@BKS hadir untuk mengungkap KEKRISTENAN yang dianggap TABU ...TINGGALKAN JEJAK ANDA DI KOLOM KOMENTAR ...terima kasih....

Rabu, 11 Januari 2012

“KETUHANAN” MARYAM : MISKONSEPSI TRINITAS DALAM AL QURAN ?

PENDAHULUAN
Di antara keunggulan Islam adalah apabila berada pada posisi dicerca, dihina, dan dimarginalkan maka yang terjadi justru sebaliknya. Semakin Islam disudutkan maka semakin terlihat kebenaran ajaran dan kesesuaiannya dengan fithrah manusia.

Agama ini memiliki kemampuan berinteraksi dengan manusia dari berbagai kalangan menurut kadar akalnya masing-masing. Mungkin inilah rahasia mengapa Islam selalu berhasil menundukkan peradaban yang memusuhinya. Terbukti di sejumlah negara seperti Amerika, Inggris, Belanda, dan negara Barat lainnya yang mengalami kondisi kekosongan spiritual, mulai menunjukkan geliat sebagian penduduknya menuju Islam. Munculnya kartun berisi penghinaan terhadap nabi di surat kabar Jylland Posten atau beredarnya film Fitna yang menghujat Islam hanya merupakan percikan kecil di antara kekhawatiran akan menguatnya syariat Islam di belahan dunia Barat.
Barat juga telah memunculkan sejumlah karya tulis yang menunjukkan kecemasan yang sama. Di antaranya adalah karya Robert Morey bertitle “ Islamic Invasion : Confronting the World’s Fastest Growing Religion”. Dari judulnya saja telah nampak sebuah wajah “ketakutan”. Hatta buku tersebut dikemas dengan “bergaya” sebagai karya tulis ilmiah, namun senyatanya isinya tidak seilmiah kemasannya. Motif kebencian dan islamophobia sedemikian menyeruak dan nampak berpengaruh terhadap obyektifitas kajian, tentu saja jika Barat masih mau berfikir tentang subyektif, obyektif, atau pun netralitas. Tidak mengherankan jika sejumlah kalangan muslim meminta buku tersebut dibredel dari peredaran. Namun menurut hemat penulis tindakan demikian kurang bijaksana. Justru buku tersebut merupakan sebuah simbol, asset, dan bukti monumental “kebencian” Barat yang katanya humanis. Fungsinya sebagai salah satu pijakan untuk melihat salah satu struktur dan pola pikir Barat dalam melihat Islam. Pada giliran selajutnya membalikkan keadaan dan akan semakin nampak keunggulan konsep Islam di antara yang lain.
Dalam salah satu tulisannya, Morey mempermasalahkan posisi Maryam dalam Al Quran Surat Al Maidah ayat 73-75 dan 116. Al Quran, dalam pandangan Morey, mengandung kesalahan kosep dalam mengungkapkan doktrin trinitas Kristen. Muhammad, tulis Morey, secara keliru menganggap bahwa umat Nashrani menyembah 3 (tiga) tuhan yaitu : Bapa, Ibu (Maryam), dan Anak (Isa).[1] Guna memperkuat argumentasinya, Morey juga mengutip pendapat Richard Bell dan Encyclopaedia Britanica yang menegaskan bahwa Al Quran memiliki kesalahan konsep tentang trinitas dan Muhammad sebagai penulis Al Quran kurang memahami hal tersebut.[2] Morey menambahkan bahwa umat Kristiani tidak pernah mengimani tiga Tuhan dan Maria bukan merupakan salah satu oknum dalam ketuhanan Trinitas sebagaimana konsep dalam Al Quran. Morey sendiri nampaknya telah menjadi sedemikian yakin dengan argumentasinya yang didukung oleh sejumlah ‘kebingungan’ penulis dari kalangan Islam tentang tafsir ayat tersebut.
Lantas, benarkah Al Quran telah salah ketika menyebutkan bahwa Maryam pernah disembah sebagai tuhan ?
FAKTA YANG DILUPAKAN
Ayat al Quran yang dipermasalahkan oleh Robert Morey adalah Surat Al Maidah ayat 73 sampai 75 sebagai berikut :
73. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan yang Esa. jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.
74. Maka Mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya ?. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
75. Al masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang Sesungguhnya Telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. perhatikan bagaimana kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), Kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat kami itu).
Juga ayat dalam Al Quran Surat Al Maidah ayat 116 sebagai berikut :
116. Dan (Ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, Adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah Aku dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah?”. Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). jika Aku pernah mengatakan Maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan Aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”.
Permasalahan pertama yang akan penulis bahas terkit dengan konsep penyembahan terhadap Maryam dalam dunia Kristen. Robert Morey secara tegas telah menolak posisi Maryam sebagai salah Tuhan dan satu satu oknum ketuhanan trinitas. Nampak bahwa Morey telah mempersulit dirinya sendiri pada tahap awal dengan menempatkan realsi antara penuhanan Maryam dengan keanggotaannya sebagi salah satu oknum trinitas.
Senada dengan Morey, Geoffrey Parrinder menyatakan bahwa ayat Al Quran Surat Al Maidah ayat 116 adalah sulit dipahami dalam kekristenan. Menurut Parrinder pada abad V, Nestorius, seorang bangsawan Konstantinopel, telah memprotes penggunaan gelar ”ibu Tuhan” (theotokos, god-bearer) yang berkembang dan diterapkan kepada Maryam. Nestorius menyatakan, seharusnya digunakan kata ’ibu manusia’ Yesus (anthropotokos); ibu Kristus (cristo-tokos). Nestorius juga tidak bersedia mengakui penggunaan frase seperti itu yang berarti bahwa ”Tuhan telah dilahirkan” dan ”Tuhan telah mengalami penderitaan” sebagaimana banyak digunakan pada hari ini. Nestorius mengajarkan bahwa Yesus adalah organ bejana dan kuil bagi anak Tuhan. Karena pemahaman inilah maka gereja Nestorian akhirnya terpisah.[3]
Bambang Noorsena, tokoh Kristen Orthodoks Syria, nampaknya juga memberikan pengakuan bahwa bentuk pseudotrinity yang terdiri dari Allah, Isa, dan Maryam adalah sebuah realitas yang pernah terjadi. Namun Noorsena membatasi bahwa reaksi Al Quran yang kerap kali krisi terhadap sejumlah keyakinan Kristen, tidak semua didasarkan atas kekristenan yang orthodoks. Penilaian Islam tentang Kristen, menurut Noorsena, tidak ditujukan pada kekristenan yang lurus dan benar, namun lebih ditujukan kepada praktik-praktik sekte-sekte Kristen yang sesat dan menyimpang (heterodoks).[4] Hakikatnya, Noorsena mengakui bahwa praktik penuhanan terhadap pribadi Maryam bukanlah sebuah omong kosong, namun merupakan fakta historis.
Sebagai sebuah realitas historis, sisa-sisa penyembahan terhadap Maryam masih dapat ditemukan hingga hari ini. Di sejumlah wilayah Eropa, termasuk Polandia, bahkan Inggris Raya dan Perancis Selatan, menurut survey yang dilakukan oleh Ean Begg pada tahun 1985, masih ditemukan patung bunda Maria yang berwarna hitam yang dikenal dengan sebutan black virgin atau Black Madonna.[5] Patung tersebut sengaja dibuat untuk dipuja atau disembah sebagai tuhan. Bahkan patun-patung tersebut selalu diasosiasikan dengan sejumlah situs pemujaan kaum pagan dari masa yang jauh lebih kuno.[6] Ditengarai bahwa penyembahan terhadap pribadi Maria merupakan hasil proses adopsi dan perkembangan dari pemujaan terhadap sejumlah dewi pagan yang memiliki kisah kehidupan sama persis dengan kisah Yesus dan Ibunya, Maria.
Dalam kebudayaan paganisme dikenal Bacchus (Dionysius) yaitu dewa matahari Yunani yang lahir dari kandungan seorang perawan bernama Demeter yang mengandung dari benih Dewa Jupiter tanpa hubungan badan. Bacchus lahir pada tanggal 25 Desember dan terbunuh untuk menebus dosa manusia. Dikisahkan pula bahwa Bacchus kemudian bangkit kembali dari kematiannya.[7]
Bangsa Mesir juga mengenal Osiris, dewa matahari yang lahir pada 25 Desember dari kandungan seorang perawan yang disebut ’Perawan Dunia’. Osiris memiliki 12 orang murid. Salah satu muridnya yang bernama Typhone berkhianat hingga menyebabkan kematian Osiris. Setelah bersemayam selama tiga hari dalam kuburnya, Osiris bangkit kembali dari kematiannya. Ia diyakini sebagai inkarnasi Tuhan dan merupakan salah satu dari oknum trinitas 3 Dewa di Mesir.[8]
Demikian juga dalam cerita mithologi yang lain tersebutlah Mithra yang lahir pada tanggal 25 Desember. Memiliki pemujaan yang dilakukan setiap hari Minggu. Mithra adalah seorang juru selamat yang menebus dosa manusia. Dia tidak disalib namun mengurbankan lembu suci yang darahnya mensucikan dan menebus dosa manusia. Lembu itu tidak lain adalah inkarnasi dari sang Mithra sendiri. Perayaan Mithra biasanya ditandai dengan keberadaan pohon terang.
Penyembahan terhadap sosok ibu Tuhan umumnya terjadi dalam kepercayaan pagan yang dsebutkan di atas. Masing-masing wilayah penyembah paganisme memiliki Tuhan Ibu dan Anak. Di Jerman, Hertha disembah sebagai ibu suci dengan anak dipangkuannya. Di Scandinavia, Disa disembah sebagai tuhan ibu dengan anak dipangkuannya juga. Sedangkan di Romawi purba, Venus atau Fortuna juga dipuja sebagi tuhan Ibu bersama Jupiter anaknya.[9]
Ralph Edward Woodrow dalam buku Babylon Mysteri Religion mengutip buku Frazer, The Golden Bought Volume 1 Halaman 356 menjelaskan fakta bahwa penyembahan terhadap Tuhan Ibu dan Tuhan Anak telah menyebar dan merasuk kepada masyarakat kerjaan Romawi dan sekitarnya. Hal tersebut iungkapkan oleh Woodrow sebagi berikut:
“The Worship of Great Mother … very popular under the Roman Empire, unscriptions prove that the two (the mother and the child) receive divine honors, … not only in Italy and especially at Rome, but also in the provinces, particularly in Arican, Spain, Portugal, France, Germany, and Bulgaria”.[10]
Akibatnya bisa dipastikan, penyembahan Tuhan Ibu dalam Kristen tidak dapat dihindari setelah para penyembah berhala dari Romawi, Yunani, Babilonia, dan Mesir memeluk ajaran Kristen. Dalam agama barunya tersebut para mantan penyembah berhala tidak mendapatkan penylurn yang sesuai dengan semangat penyembahan Tuhan Ibu. Padahal mereka belum dapat sepenuhnnya meninggalkan ajaran paganisme. Woodrow menulis bahwa kompromi pun terjadi, pihak gereja mencarikn padnan terhadap figure ibu yang disembah oleh kaum mantan kaum pagan dalam khazanah kekristenan. Tuhan Ibu yang dimaksud tidak lain adalah Maria, Ibu Yesus.
“One of the best example of such a carry over from paganism may be seen in the way the worship o the great mother continued – only in a slightly different form and with a new name. You see many pagans had been drawn to Christianity, but so strong was their adoration for the mother goddess, they did not want to forsake her. Compromising church leaders saw that if they could find some similarity in Christianity with the worship of the mother goddess, they could greatly increase their numbers … but who could replace the great mother of paganism ? Mary, of course was the most logical person for them to choose … little by little, the worship that had been associated with the pagan mother was transferred to Marry”.[11]
Maka tidak mengherankan pasca munculnya kritik Nestorius yang menolak istilah “bunda Tuhan”, gereja justru mengukuhkan posisi Maria sebagai Theotokos atau Ibu Tuhan dalam Konsili Efesus tahun 431 M. Salah satu butir yang dihasilkan dalam konsili tersebut adalah sebagai berikut : “Menurut pengertian bahwa kesatuan ini tidak mencampur adukkan, kami mengaku bahwa anak dara kudus adalah theotokos (bunda Allah), karena Allah Firman menjelma menjadi manusia dan sejak pembuahan-Nya menyatukan pada diri-Nya bait yang diambil daripadanya (Maria)”.[12]
Berdasarkan informasi Ibnu Patrick, seorang sejarawan dan padri Kristen, menjelang Konsili Nicea 325 M dari jumlah peserta keseluruhan 2.048 orang terdapat sebagian peserta dari mahzab Mariamites dan Remitim yang berpendapat bahwa Yesus dan Ibunya adalah 2 (dua) Tuhan selain Bapa.[13] Selain itu terdapat aliran Ebionit yang secara jelas juga memuja Maria sebagai Tuhan Ibu. Penganut aliran Ebionit dikenal sebagai aliran yang para penganutnya menggunakan bulu domba sebagai pakaian. Bulu domba tersebut dikenakan agar mereka dapat hidup dalam kesederhanaan. Dalam hal ini tradisi mereka mengenakan kulit domba sebagai pakaian mirip dengan tradisi kaum sufi generasi awal dalam Islam yang menutamakan kezuhudan. Gambaran tentang cara berpakain kaum Ebionit ini dapat kita lihat kemiripannya dengan kisah Perjanjian Baru dalam Ibrani 11: 37.
Tentang apakah penyembahan terhadap Maria adalah bentuk Kekristenan heterodoks yang menyimpang maka biar waktu yang akan menentukan. Sebab sejumlah pertarungan keyakinan yang medasar dalam dunia Kristen bahkan belum selesai hingga hari ini. Sebut saja pertarungan antara kaum Trinitarian dan Unitarian. Satu pihak mengakui trinitas dengan sejumlah argumentasinya dan dipihak lain menolaknya dan menganggap bahwa Yesus hanya seorang nabi dan bukan Tuhan. Sedangkan bagi seorang penganut Kristen, terkait masalah penyembahan dan Ketuhanan Maria tentu akan lebih menguntungkan jika hal ini terhapus saja dari ingatan sejarah. Masalah trinitas yang diakui mayoritas dunia Kristen hari ini juga bukan tanpa cacat sejarah. Konsili Nicea pada 325 Masehi, menurut informasi Ibnu Patrick, dihadiri oleh 2.048 orang peserta yang terdiri diri para uskup. 318 (tiga ratus delapan belas) orang diketahui sebagai pendukung konsep ketuhanan Yesus. Sedangkan 700 (tujuh ratus) orang uskup merupakan pendukung Arius yang menolak hakikat ketuhanan Yesus, dan sisanya memiliki sejumlah kepercayaan yang berbeda termasuk yang mempercayai Ketuhanan Maria. Namun, anehnya berkat prakarsa Kaisar Konstantin, hanya pendapat 318 orang (pendukung ketuhanan Yesus) tersebut yang kemudian dimenangkan. Jelas kaisar Konstantin telah emerankan agnda politik pribainya dengan sukses.
Lantas dimana letak kesalahan atau miskonsepsi Al Quran tentang trinitas Kristen ? Al Quran jelas dalam ayat tersebut tidak membahas tentang trinitas. Hal tersebut hanya merupakan bagian dari upaya Robert Morey dalam menyudutkan Islam. Namun jawaban atas pertanyaan ”apakah Al Quran telah salah ?” jawabannya adalah ”Tidak !”. Justru kehebatan Al Quran adalah mampu memberikan isyarat bagi pengungkapan kebenaran sejarah, dimana dunia pun telah berusaha secara maksimal untuk melupakannya.
PENUTUP
Tuduhan Robert Morey bahwa Al Quran memiliki kesalahan konsepsi tentang trinitas terbukti tidak benar. Konsep Trinitas dalam dunia Kristen sendiri mengalami perkembangan dari masa ke masa termasuk bersentuhan dengan sejumlah peradaban dan kepercayaan lainnya. Kebenaran lain yang terungkap justru teletak pada ketidakbenaran pemahaman Morey terhadap sejarah agamanya sendiri. Sehingga bukunya ”Islamic Invasion” sering diwarnai dengan pemahaman yang tidak berdasar. Sebuah pemikiran yang hanya lahir didasarkan pada kebencian fanatis yang menutup semua bentuk akal waras.
[1] Robert Morey. Islamic Invasion : Confronting the World’s Fastest Growing Religion. (Christian Scholar Press, Las Vegas, 1992). Hal 185
[2] Robert Morey. Ibid. Hal. 186
[3] Geoffrey Parrinder. Yesus dalam Quran. (Terj. oleh Ali Masrur, ett. all). (Bintang Cemerlang, Yogyakarta, 2002). Hal. 88
[4] Bambang Noorsena. Menuju Dialog Teologis Kristen-Islam. Cetakan IX. (Penerbit Andi, Yogyakarta, 2001). Hal. 6-7
[5] Burton L. Mack. The Lost Gospel: The Book of Q and Christian Origins. (Element Books, Shaftesbury, 1994). Hal. 51 dalam Lynn Picknet and Clive Prince. The Templar Revelation : Secret Guardians of The True Identity of Christ. Edisi Indonesia : The Templar Revelation : Para Pelindung Sejati Identitas Kristus. (Bantam Press, 1997). Terjemah oleh FX Dono Suhadi. Cetakan II. (Serambi, Jakarta, 2006). Hal. 121
[6] Lynn Picknett dan Clive Prince. Ibid. Hal. 33
[7] Rationalist Encyclopedia. Artikel tentang Attis dalam Dr. Hamid Qadri. Kristen dan Agama Berhala. (Modus Vol. 1 No. 9 Th. II/2004). Hal. 46
[8] Rationalist Encyclopedia. Artikel tentang Attis dalam Dr. Hamid Qadri. Ibid. Hal. 46
[9] Tim Redaksi. Tuhan Ibu dan Ibu Tuhan. (Modus Vol. 1 No. 5/Th. II/ 2004). Hal. 25
[10] Tim Redaksi. Ibid. Hal. 26
[11] Tim Redaksi. Ibid. Hal. 28
[12] Tony Lane. The Lion Concise Book of Christian Thought. (Lion Publishing, England, 1984). Edisi Indonesia : Runtut Pijar Pemikiran Kristiani. Terjemah oleh Conny Corputy. (BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1990). Hal. 47
[13] Prof. Sjech Abuzahrah. Muhadlarat fi an Nasrabiyah. Edisi Indonesia: Tindjauan Tentang Agama Masehi. (AB. Sitti Sjamsijah, Surakarta, 1969). Hal. 140. Juga DR. Rauf Syalabi. Ya ahl al Kitab Ta’alaw ila kalimat sawa’. Edisi Indonesia: Distorsi Sejarah dan Ajaran Yesus. (Pustaka Alkautsar, Jakarta, 2001). Hal. 127
SUMBER :susiyanto.wordpress.com/

Benarkah Al-Quran Mengakui Kebenaran Doktrin Trinitas?

Oleh :A. Ahmad Hizbullah MAG
Para misionaris sudah kehabisan akal dalam menjajakan doktrin Trinitas! Setelah gagal mempertahankan validitas doktrin Trinitas (Tritunggal) berdasarkan ayat-ayat Bibel, mereka menganalogikan Tuhan dengan monyet (baca Suara Islam edisi lalu) tapi gagal lagi. Kini mereka beralih kepada ayat-ayat Al-Qur’an yang diselewengkan sebagai alat pembenaran. Untuk itulah Pendeta Zachariah Butrus menulis booklet “Allah itu Esa di Dalam Tritunggal yang Kudus” terbitan Yayasan Jalan Al-Rachmat.

Butrus memulai tulisannya dengan membuat rumusan Trinitas pada Bab I bahwa Bapa, Anak (Firman) dan Roh Kudus adalah oknum Tuhan yang sama: “Allah itu satu adanya. Allah berada dalam diri-Nya sendiri, Ia menyatakan diri-Nya sebagai Bapa. Allah berbicara dalam firman-Nya, Ia menyatakan diri-Nya sebagai Anak, yakni Firman. Allah Hidup dalam Roh-Nya, Ia menyatakan diri-Nya sebagai Roh Kudus.” (hlm. 6). Penjelasan ini dipertegas lagi pada akhir Bab III: “Bapa adalah gelar dari kebapaan Allah yang hakiki, Anak adalah gelar dari firman Allah yang sudah menjelma menjadi manusia, dan Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri.”
Sebagai penopangnya Butrus mencomot dua ayat Bibel, yaitu Matius 28:19 dan 1 Yohanes 5:7. Ayat yang pertama diyakini sebagai ayat Trinitas karena terdapat kata “Bapa, Anak dan Roh Kudus,” sedang ayat yang kedua terdapat kalimat “Bapa, Firman dan Roh Kudus, ketiganya adalah satu.”
Rumusan Trinitas model Butrus ini justru menambah daftar kerancuan Trinitas: Pertama, Jika Yesus adalah Firman Allah yang menjelma menjadi manusia, mengapa Allah masih berfirman (berkata) kepada Yesus?
“Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepadaku telah kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus aku” (Yohanes 17: 8).
Menurut ayat ini, Allah menyampaikan firman kepada Yesus untuk disampaikan kepada para muridnya. Jelaslah bahwa Allah tidak menjelma menjadi Yesus. Jika Allah menjelma menjadi Yesus, seharusnya Allah tidak perlu lagi berfirman kepada Yesus. Pada ujung ayat, disebutkan Allah mengutus Yesus. Ini menambah bukti bahwa Yesus bukan penjelmaan Tuhan. Jika Allah sudah menjelma menjadi Yesus, tentunya Allah tidak akan mengutus Yesus, bukan?
Kedua, Jika Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri (dua oknum yang sama), mengapa Alkitab memposisikan keduanya sebagai oknum yang berbeda satu sama lainnya? Buktinya, Allah mengutus Roh Kudus (Yohanes 14:26). Fakta ini menegaskan bahwa Roh Kudus bukanlah penjelmaan Allah. Sebab Allah yang mengutus berbeda (tidak sama) dengan Roh Kudus yang diutusnya. Keduanya bukan oknum yang sama.
Menurut Alkitab, Roh berdoa kepada Allah (Roma 8:26), dan orang yang menghujat Allah masih bisa diampuni, tapi menghujat Roh Kudus tak bisa diampuni (Markus 3:28-29). Kedua fakta ini pun mempertegas bahwa Allah berbeda dengan Roh Kudus.
Ketiga, Injil Matius 28:19 yang dijadikan sebagai dalil Trinitas adalah ayat palsu. Keabsahan ayat ini diragukan oleh banyak teolog, karena Injil Matius pasal 28 seharusnya berakhir sampai pada ayat 15. Sedangkan lima ayat berikutnya, yaitu Matius 28:16-20 adalah ayat-ayat sisipan yang ditambahkan oleh Gereja di kemudian hari.
Bila dibaca dengan teliti, maka terlihat jelas bahwa ayat 15 adalah penutup Injil Matius pasal 28. Hugh J. Schonfield, nominator pemenang Hadiah Nobel tahun 1959, memberikan komentar yang sangat tajam:
“This [Matthew 28: 15] would appear to be the end of the Gospel (of Matthew). What follows [Matthew 28: 16-20] from the nature of what is said, would then be a latter addition” (The Original New Testament, 1998, hlm. 124).
(Ayat ini [Matius 28: 15] nampak sebagai penutup Injil Matius. Dengan demikian, ayat-ayat selanjutnya [Matius 28: 16-20], dari kandungan isinya, nampak sebagai ayat-ayat yang baru ditambahkan kemudian).
Keempat, 1 Yohanes 5:7 yang dijadikan sebagai penopang Trinitas pun bukan firman Tuhan, melainkan ayat palsu. Teolog terkenal Charles C. Ryrie dalam bukunya Teologi Dasar I halaman 70, menyebut ayat ini bukan bagian dari teks asli Kitab Suci. Teolog Dr. Herbert W. Amstrong memaparkan bahwa ayat ini ditambahkan ke dalam Alkitab edisi Vulgata Latin ketika terjadi kontroversi panas antara Roma, Arius dan umat Allah.
Penelitian dua teolog ternama, Edward Gibbon dan Richard Porson, sama-sama sepakat bahwa ayat 1 Yohanes 5:7 baru pertama kali dimasukkan oleh Gereja ke dalam Alkitab tahun 400 Masehi (Secrets of Mount Sinai, James Bentley, hlm. 30-33).
Karena kuatnya bukti-bukti pemalsuan tersebut, maka ayat 1 Yohanes 5:7 disensor dari Alkitab bahasa Inggris seperti: The Revised Standard Version, The New Revised Standard Version, The New American Standard Bible, The New English Bible, The Philips Modern English Bible, dan lain-lain.
.
Al-Qur’an Diselewengkan untuk Ketuhanan Trinitas
Karena tidak percaya diri terhadap Trinitas, maka untuk merayu akidah umat Islam, Zachariah Butrus menyelewengkan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai justifikasi. Pada bab “Kesaksian Al-Qur’an atas Kesatuan dari Ketritunggalan Yang Kudus,” Butrus menulis:
“Kesaksian Al-Qur’an tentang Ketrintunggalan Kudus Kristen. Al-Qur’an menyaksikan bahwa umat Kristen percaya pada satu Allah (monoteistik) dan bukan kafir. Berikut adalah beberapa contoh dari kesaksian ini:
Surat Ali Imran 113-114: “Mereka itu tiada sama. Di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah waktu malam, sedang mereka juga bersujud. Mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian, menyuruh ma’ruf, dan melarang dari yang munkar, lagi bersegera mengerjakan kebajikan dan mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.”
Ayat ini secara jelas menegaskan bahwa umat Kristen “Ahli Kitab” percaya pada satu Allah. Mereka membaca ayat-ayat Allah yang ada di tangan mereka pada masa Muhammad dan mereka menyembah Allah yang satu dalam ibadah dan doa-doa mereka.
Surat Ali Imran 55: “(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mewafatkan engkau dan meninggikan (derajat) engkau kepada-Ku serta menyucikan engkau dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti engkau di atas dari mereka kafir sampai hari kiamat.”
Jelaslah bagi anda bahwa pengikut-pengikut Kristus atau umat Kristen bukanlah orang kafir. Sebaliknya Allah membedakan umat Kristen dari orang kafir dan mengangkat mereka di atas orang kafir. Kesaksian Al-Qur’an tentang umat Kristen telah membuktikan dengan pasti bahwa mereka menyembah satu Allah, dan mereka bukan penyembah banyak Tuhan” (hlm. 9-11).
.
Butrus gelap mata dalam membaca kitab suci. Akal budinya tertutup oleh “nafsu kedagingan” dalam membela doktrin Trinitas yang diadopsi dari keyakinan pagan. Ayat Al-Qur’an yang dikutip itu sama sekali tidak menjustifikasi doktrin Trinitas Kristiani.
Surat Ali Imran 113-114 sama sekali tidak menggeneralisir semua orang Kristen –termasuk orang yang mengimani Trinitas– sebagai orang yang lurus dan bertauhid. Perhatikan, pada awal ayat disebutkan “laisuu sawaa’an min ahlil kitaabi” (tidak sama di antara ahli kitab itu). Maka kesimpulan Butrus bahwa Al-Qur’an mengakui keabsahan Trinitas sebagai doktrin yang mengesakan Allah (tauhid), adalah salah besar!
Dalam realitanya, di samping Ahli Kitab yang lurus seperti yang disebutkan dalam ayat ini, banyak pula Ahli Kitab yang durhaka dan melampaui batas (Al-Ma’idah 78), mengingkari ayat-ayat Allah (Ali Imran 98), merubah ayat-ayat Allah (Al-Ma’idah 13, An-Nisa’ 46), maupun mengoplos ayat-ayat Allah dengan tulisan-tulisan manusia yang batil (Ali Imran 71), dan selalu berusaha menyesatkan manusia karena tidak menginginkan kebaikan dari Tuhan (Ali Imran 69, Al-Baqarah 105).
Butrus kembali keliru memahami Ali Imran 55 sebagai ayat yang menyebut orang Kristen bukan orang kafir. Ayat ini menjamin Isa alaihissalam sebagai nabi yang disucikan dari orang kafir, dan para pengikutnya (kaum Hawariyun) dijadikan berada di atas orang yang kafir. Mereka adalah orang yang setia dan berpegang teguh mengamalkan ajaran Nabi Isa, antara lain: mengimani Muhammad SAW sebagai nabi terakhir yang kedatangannya telah dinubuatkan oleh Nabi Isa (Ash-Shaff 6); mengakui bahwa ajaran Nabi Isa hanya berlaku untuk bani Israel saja (Az-Zukhruf 59, Ash-Shaff 6); dll.
Sedangkan Ahli Kitab yang melanggar ajaran Nabi Isa, mereka disebut sebagai kafir kitabi (kafir dari golongan Ahli Kitab). Orang Kristen disebut kafir karena meyakini ketuhanan Yesus dan mengimani doktrin Trinitas bahwa Tuhan ada tiga oknum (Al-Ma’idah 72-73). Derajat mereka tidak diangkat di atas orang kafir, bahkan mereka kekal di neraka bersama kafir musyrikin sebagai seburuk-buruk makhluk.
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk” (Qs. Al-Bayyinah 6).
Jadi, Allah mengangkat derajat para pengikut setia Nabi Isa (hawariyun) di atas orang kafir, termasuk orang kafir dari kalangan Kristen.

Dialog I

DOSA WARIS
Kristen : Maukah anda menerima Yesus sebagai Juru Selamat anda

Islam : Saudara, saya ini kan sudah beragama, kok ditawari agama lain

Kristen : Maaf, saya tidak hendak memurtadkan anda, hanya sebagai
perbandingan, siapa tahu anda menerima penawaran saya

Islam : Oh..kalau untuk perbandingan sih tidak masalah, tapi tentunya saya harus tahu betul tentang perihal yang anda tawarkan, bagaimana kalau kita ngobrol sambil duduk santai, biar lebih nyaman

Kristen : Bagus sekali, saya setuju, baru kali ini saya berjumpa dengan orang Islam yang mau berdiskusi soal ini, biasanya kebanyakan mereka apriori dan curiga

Islam : Alhamdulillah, saya berharap mudah-mudahan dari diskusi ini, anda juga mau berlapang dada apabila ternyata yang anda tawarkan kepada saya tidak benar, sekarang silahkan anda terangkan, Yesus sebagai Juru Selamat

Kristen : Pada hakikatnya semua manusia di kolong langit ini berdosa, sampai kemudian Tuhan Bapa mengutus anak-Nya yang tunggal untuk menebus dosa tersebut dengan cara disalib

Islam : Saya kurang paham maksud anda, manusia semuanya berdosa, kemudian ditebus oleh anak Tuhan dengan cara disalib, bisa anda jelaskan lebih rinci

Kristen : Begini, dulu Adam kan berada di Surga, lalu karena ia berbuat dosa maka ia dikeluar-kan, bukan hanya Adam dan Hawa, tapi dosanya pun terbawa ke dunia dan diwaris-kan kepada anak cucunya, jadi manusia menerima dosa warisan dari Adam

Islam : Jadi kalau begitu dosa pun bisa diwariskan, saya pikir yang bisa diwariskan hanya harta benda, wah..hebat ya, baru kali ini saya mendengar, ada dosa diwariskan.
Kalau boleh tahu di mana ada kisah tentang dosa waris itu

Kristen : Itu bisa kita baca di dalam Alkitab, yaitu
Roma 5 : 12 Sebab itu, sebagaimana oleh sebab sese-orang maka dosa masuk kedalam dunia ini, dan maut oleh sebab dosa, dan atas peri-hal yang demikian maut itu menimpa sekalian manusia, maka karena itulah semuanya berbuat dosa.
Roma 6 : 23 Karena upah dosa itu maut, tetapi karunia Allah itu hidup yang kekal di dalam Kristus Yesus Tuhan kita

Islam : Maaf, ya, boleh saya tanya, Roma itu maksudnya apa ?

Kristen : Itu salah satu surat di dalam Perjanjian Baru

Islam : Jadi itu bagian dari Injil, ya?

Kristen : Ya, kurang lebihnya begitu

Islam : Lho, maksudnya kurang lebih bagaimana? Berarti anda ragu Roma itu bagian dari Injil

Kristen : Oh..tentu tidak..maksud saya, yang disebut Injil itu kan cuma 4 macam, yaitu Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Roma ini termasuk bagian Perjanjian Baru

Islam : Jadi Roma ini juga termasuk sabda Yesus

Kristen : Ya..karena ia bagian dari Alkitab

Islam : Apa saudara tidak keliru, coba anda teliti lagi, apa itu Roma, perhatikan Kepala Kitab itu :
SURAT KIRIMAN PAULUS KEPADA ORANG ROMA
Daripada Paulus, hamba kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan diasingkan untuk memberitakan Injil Allah
Silahkan anda perhatikan !
Roma ini hanyalah surat-surat Paulus, bukan Sabda Yesus, sedangkan Agama Nasrani, pendiri dan pembawa risalahnya kan Yesus, orang Nasrani yang mendapat jaminan keselamatan berupa Surga, hanyalah yang mengikuti ajaran Yesus, bukan ajaran Paulus bukankah begitu saudara?
Kalau ingin lebih jelas mengenai jalan keselamatan ini silahkan baca Injil anda :
Yohanes 14 : 6 : Aku inilah jalan dan kebenaran dan hidup, seorangpun tiada sampai kepada Bapa, kecuali dengan aku. Jadi saudara, yang terjamin keselamat-annya adalah mereka yang mengikuti ajaran TAUHID Yesus, bukan ajaran SYIRIK Paulus, bahkan Yesus sendiri tidak pernah mengajarkan adanya dosa waris.
Silahkan anda periksa Alkitab !
Tolong tunjukkan satu dalil saja dari ajaran Yesus tentang Dosa Waris, saya yakin pasti anda tidak akan menemukannya, baik di dalam Perjanjian Lama maupun di dalam Perjanjian Baru, bahkan sebaliknya, Yesus hanya mengajarkan dosa perbuatan yang akan ditanggung oleh pelakunya sendiri. Perhatikan ayat-ayat ini !
Yehezkiel 18 : 19- 20 Maka katamu : Bagaimana? Bukankah anak itu menanggung kesalahan bapaknya? Jikalau anaknya itu berbuat mana yang benar dan betul dan me meliharakan segala hukumku dan melaku kannya, niscaya ia pun akan hidup.
Orang yang berbuat dosa, ia itu juga akan mati, maka anak tidak akan menanggung kesalahan bapaknya dan bapakpun tidak akan menanggung kesalahan anaknya, ke benaran orang yang benar akan tertanggung atasnya, dan kesalahan orang yang fasik pun akan tertanggung atasnya.
Matius 12 : 37 Karena dengan perkataanmu engkau akan dibenarkan dan dengan perkataanmu juga engkau akan disalahkan
Jadi bagaimana saya bisa menerima ajaran dosa waris, yang bukan berasal dari Yesus, melainkan hanya ajaran atau pendapat Paulus la’natullah ‘alaihi.

Kristen : Saudara harus ingat, Paulus itu orang suci dan penuh karunia Ruh Kudus, jadi apapun yang diucapkan pasti benar, kalau dia pegang pena dan kertas, maka akan menulis dengan sendirinya itu pena

Islam : Wah..kayak jaelangkung dong Paulus. Saudara, sesuci dan sehebat apapun Paulus, dia tidak bisa mengalahkan Yesus yang punya ajaran.
Yesus yang memiliki jaminan jalan ke-selamatan, bukan Paulus, kalau anda mengaku mengikuti ajaran Yesus, harusnya andalah yang harus masuk Islam, karena Yesus sudah menerangkan hal itu di dalam Alkitab, bahwa akan ada Penolong yang akan membawa kita ke dalam segala keselamatan setelah Yesus pergi, Penolong itu telah datang, tiada lain ia adalah Muhammad SAW.
Anda salah kalau mengajak saya menerima Yesus sebagai Juru Selamat Yang Terakhir, karena tugas penyelamatan itu sudah diserahkannya kepada Muhammad SAW.
Jalan Keselamatan Terakhir yang dikarunia- kan Allah ada di tangan Muhammad SAW dengan syariatnya, yaitu Islam, agama para Nabi dan Rasul sejak Nabi Adam as.
Bahkan agama yang diajarkan Yesus adalah Islam, agama yang mengajarkan Tauhid, bukan ajaran syirik versi Paulus seperti yang dilakukan orang Kristen saat ini, lantas mereka menisbahkan ajaran syirik tersebut kepada Yesus, alangkah sesat dan menyesatkan sekali agama anda ini.
Jadi sadarlah, jalan keselamatan itu adalah Islam, bukan Nasrani, Yahudi, Hindu, Budha, Konghucu atau yang lain.
Apalagi sekarang, inti ajaran Yesus tentang Tauhid dan lain-lain sudah hilang, dinodai kesuciaannya oleh PAULUS La’natullah.

Key Word : Apapun yang akan mereka katakan, pada prinsipnya ajaran tentang dosa waris bukan berasal dari Yesus as.
Jadi jangan terpancing retorika dan gaya mereka berdebat, yang bertujuan membuat kita bingung, lalu lupa pada pokok pembicaraan.
Tanyakan saja : Adakah dalil yang sah dari Yesus tentang Dosa Waris. Insya Allah sampai kiamat pun tak akan mereka temukan.

PENEBUSAN DOSA

Islam : Saudara, setelah kita berdiskusi tentang dosa waris, sekarang tolong jelaskan dasar mengenai Penebusan Dosa umat manusia oleh Yesus dengan jalan disalib.

Kristen : Saudara bisa baca itu di dalam Alkitab, yaitu
Kolose 1 : 13-14 Maka Dialah yang sudah melepaskan kita daripada kuasa gelap, dan memindahkan kita kedalam Kerajaan Anak yang dikasihinya
Oleh Dia itu kita mendapat penebusan, yaitu keampunan segala dosa
Epesus 1 : 7 Yang di dalam Dia kita memperoleh penebusan oleh sebab darahnya, yaitu keampunan segala dosa, menurut kelimpahan anugerahnya itu

Islam : Pertanyaan dan bantahan saya sama seperti pada poin pertama tentang dosa waris.
Kolose ataupun Epesus bukanlah sabda Yesus, melainkan hanya surat-surat kiriman Paulus kepada jamaahnya di Kolose dan Epesus.
Paulus lupa bahwa ia sendiri pernah menulis dalam suratnya bahwa orang yang mati ditiang salib adalah orang terkutuk.
Galatia 3 : 13 Maka Kristus telah menebus kita dari kutuk Taurat dengan menjadi suatu yang terkutuk karena kita, karena sudah tersurat: Bahwa terkutuklah tiap-tiap orang yang yang tergantung pada kayu.
Jadi ajaran Penebusan Dosa dengan cara mengorbankan diri di tiang salib pun bukan ajaran Yesus.

TRINITAS

Islam : Saudara, adakah hal lain, yang menyebab-kan Yesus disebut Juru Selamat di Akhir Zaman, selain Dosa Waris dan Penebusan Dosa seperti yang anda sebutkan di awal dan ternyata bukan ajaran Yesus, tapi hanya bualan Paulus, lalu diputuskan jadi bagian dari Kitab Suci.

Kristen : Ada saudara, yaitu Trinitas

Islam : Bisa anda terangkan tentang Trinitas
Kristen : Begini saudara, seperti kita ketahui, kelahiran Yesus kedunia ini merupakan hal yang sangat ajaib, Maria mengandung Yesus tanpa adanya seorang suami, jadi Yesus ini memiliki Ruh Ketuhanan, karena dia adalah Firman yang menjelma jadi anak manusia, sedangkan Firman itu sendiri adalah Allah.
Jadi sangat pantas apabila Yesus yang memiliki Ruh Ketuhanan, bahkan penjel- maan Tuhan itu sendiri sebagai manusia disebut sebagai Tuhan Anak, untuk melakukan karya besar, yaitu tugas penye-lamatan dari segala dosa dan untuk mengantarkan manusia yang percaya kepadanya sebagai Anak Allah yang tunggal kedalam kerajaan Surga Bapa

Islam : Dimana kira-kira saya bisa mengetahui apa yang anda ceritakan ini

Kristen : Ini bisa kita baca di beberapa tempat di Injil
Yohanes 1 : 1 & 14 Maka pada mulanya Ia adalah Firman dan Firman itu bersama dengan Allah dan Firman itu jualah Allah. Maka Firman itu telah menjadi manusia dan tinggal diantara kita
I Yohanes 5 : 7 Karena tiga yang akan menjadi saksi di surga, yaitu Bapa dan Firman dan Rohul Kudus, maka ketiganya itu menjadi satu.
Matius 28 : 19 Sebab itu pergilah kamu, jadikanlah sekali-an bangsa itu muridku, serta membaptisnya dengan nama Bapa, Anak dan Rohul Kudus
Kisah Rosul 2 : 36 Sebab itu hendaklah diketahui oleh segala isi rumah Israil dengan yakin, bahwa Allah telah menjadikan Yesus itu Tuhan dan Kristus, yaitu Yesus itu, yang kamu salib itu

Islam : Wah..banyak juga ya..apakah semua yang anda sebutkan itu sabda Yesus

Kristen : Ya..pastilah..itu, semua ada di Alkitab.

Islam : Apakah anda Yakin

Kristen : Sangat Yakin

Islam : Setujukah anda kalau Kitab-Kitab itu kita teliti bersama, dengan hati yang lapang dan jujur untuk mencari kebenaran yang hakiki.

Kristen : Saya sangat setuju, untuk mencari kebenar-an yang hakiki, karena saya sangat yakin agama saya pasti benar

Islam : Itu hak anda, tapi saya berharap semoga anda tabah dan berbesar hati manakala mengetahui ternyata dugaan anda keliru.
Baik mari mulai dari yang paling mudah, tahukah anda, apakah Kisah Rasul itu ?

Kristen : Kisah Rasul ini bagian dari Perjanjian Baru yang menceritakan perbuatan para Rasul (murid) Yesus

Islam : Anda Yakin itu

Kristen : Saya Yakin

Islam : Keterangan saya sama dengan 2 hal terdahulu, bahwa Kisah Rasul ini bukan Sabda Yesus, melainkan hanya tulisan para penulis Injil yang menceritakan sejarah perbuatan murid-murid Yesus.
Penulis-penulis inipun tidak lepas dari pengaruh Paulus.
Sekali lagi saya tidak bisa menerima dasar Trinitas dari kitab-kitab ini, karena jelas-jelas dia bukan Sabda Yesus.
Tolong tunjukkan yang benar-benar sabda Yesus

Kristen : Baik saudara, kalau anda menolak dasar ini dan meminta pemberitaan Injil, bukankah sudah saya sebutkan, yaitu Injil Matius dan Injil Yohanes

Islam : Anda yakin ini Sabda Yesus

Kristen : Saya sangat yakin, karena Matius maupun Yohanes adalah murid Yesus, tentu mereka berdua mendengar langsung dari Yesus

Islam : Apakah tidak mungkin, ada Matius atau Yohanes lain yang menulis Injil tersebut, jadi mereka bukan murid Yesus, hanya kebetul-an memiliki nama yang sama.

Kristen : Itu Mustahil saudara, kecuali anda bisa membuktikannya

Islam : Kalau saya bisa buktikan, maukah anda berlapang dada menerima kebenaran

Kristen : Baiklah saya akan berlapang dada menerima kebenaran keterangan anda, tapi bukan berarti saya bersedia keluar dari agama saya

Islam : Wah..ini malah terbalik, bukankah awalnya anda yang menawari saya menerima keyakinan anda, sekarang anda sendiri yang khawatir dengan agama anda, saya tidak akan memaksa anda untuk beralih agama, karena semua tergantung kepada kuasa dan hidayah Allah, kewajiban saya hanya berdakwah, namun apabila hidayah Allah itu turun kepada anda, tak ada yang bisa menghalanginya dan kami pun akan dengan senang hati menerima anda sebagai saudara kami di dalam Islam.
Sekarang mari saya tunjukkan bukti-bukti bahwa penulis Injil Matius ataupun Injil Yohanes bukanlah Matius dan Yohanes murid Yesus.
Silahkan anda baca dan perhatikan baik-baik ayat–ayat berikut :
Matius 10 : 2 – 4 : Murid-Murid Yesus
1. Simon / Petrus
2. Andreas (saudara Simon)
3. Yahya bin Zabdi
4. Yaqub bin Zabdi
5. Pilipus
6. Bartolomeus
7. Thomas
8. Matius Pemungut Cukai
9. Yaqub bin Alpius
10. Tadius
11. Simon orang Kanani
12. Yudas Iskariot

Agar saudara makin faham, akan saya jelaskan sebagai berikut :
Dalil-Dalil Yang Menunjukkan
Penulis Injil Matius Bukan Matius Murid Yesus
Matius 9 : 9 : Maka berjalanlah Yesus dari sana, lalu dilihatnya seorang yang bernama Matius duduk di rumah pencukaian, maka lalu kata Yesus kepadanya : “Ikutlah aku” Lalu bangunlah ia serta mengikut dia.
Perhatikan bunyi ayat tersebut, kalau memang penulis Injil Matius itu murid Yesus, semestinya ayat itu berbunyi demikian :
“Maka berjalanlah Yesus dari sana, lalu dilihatnya aku duduk di rumah pencukaian, maka lalu kata Yesus kepadaku : Ikutlah aku! Lalu bangunlah aku serta mengikut dia.

Kristen : Ya..mungkin salah cetak

Islam : Baik, agar semakin jelas dan menghapus pendapat sebagian besar orang Kristen bahwa ini hanya salah cetak, mari kita lihat Alkitab berbahasa Inggris
Holy Bible Commonly Known As The Authorized (King James) Version The Gideon International 1961

ST. MATTHEW 9 : 9 And as Jesus passed forth from thence, he saw a man, named Matthew, sitting at the receipt of custom; and he saith unto him, Follow me. And he arose, and followed him

Kalau memang penulis Injil Matius ini murid Yesus, seharusnya ayat ini berbunyi :
And as Jesus passed forth from thence, he saw me,Matthew, sitting at the receipt of custom; and he saith unto me, Follow me. And I arose, and followed him
Jadi jelas, bahwa Matius si penulis Injil Matius bukanlah Matius murid Yesus.
Kalau ia bukan murid Yesus, dari mana ia mendengar berita itu?, tentu jawabnya; “katanya si fulan”. Ingat saudara, ini masalah agama, aqidah, keyakinan, tidak boleh kita berdasar pada dugaan atau cerita yang tidak jelas sumbernya.
Jadi jelas, ajaran Trinitas ini sama sekali bukan berasal dari ajaran Yesus, melainkan interfensi dan penyelewengan dari orang lain setelah Yesus mati disalib menurut keyakinan Kristen.

Hal ini akan nampak jelas kalau kita melihat Alkitab, baik Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru, bahwa semua Nabi dan Rasul Allah mengajarkan Tauhid, tidak terkecuali Yesus

Kristen : Kalau di Perjanjian Lama memang demikian adanya, tapi menurut saya tidak demikian halnya di Perjanjian Baru

Islam : Sekali lagi, saudara, agama bukan praduga atau kira-kira, mari perhatikan ayat-ayat tentang Tauhid berikut ini :
Keluaran 20 : 2 – 3 Akulah Tuhan, Allahmu, yang telah mengantarkan kamu keluar dari negeri Mesir dari dalam tempat perbudakan itu. Jangan ada padamu Ilah lain dihadapan-Ku.
Matius 4 : 10 Lalu kata Yesus kepadanya: “Enyahlah kau dari sini hai iblis, karena telah tersurat ; Hendaklah engkau menyembah Allah, Tuhanmu, dan beribadat hanya kepada-Nya saja
Markus 12 : 29-30 Maka Jawab Yesus kepadanya : “ Hukum yang terutama inilah:
Dengarlah olehmu hai Israil, adapun Allah Tuhan kita ialah Tuhan yang Esa. Maka hendaklah engkau mengasihi Allahmu dengan sebula-bulat hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan sepenuh akal budimu dan dengan segala kekuatanmu.
Lalu kata ahli Taurat itu : “ Ya, Guru, amat benarlah segala kata Guru, bahwa Allah itu Esa adanya, dan tiada yang lain melainkan Allah

Jelas Bukan bahwa penulis Injil Matius Bukanlah Matius Murid Yesus !
Sekarang mari lihat bukti kedua
Ramalan Matius
Tentang Kedatangan Anak Manusia & Kerajaannya Meleset

Matius 10 : 23 : Apabila kamu dianiaya oleh orang di dalam sebuah negeri, larilah ke negeri yang lain, karena dengan sesungguhnya aku berkata kepadamu, bahwa tiada habis kamu menjalani segala negeri Israil, sebelum datang anak manusia
Matius 16 : 28 : Dengan sesungguhnya aku berkata kepadamu, ada beberapa orang yang berdiri di sini yang tiada akan merasai mati, sebelum dilihatnya anak manusia dengan kerajaannya
Yang dimaksud kedatangan Anak Manusia di sini adalah kedatangan Yesus kedua kalinya dengan segala kuasa dari Tuhan Bapa untuk menghakimi.
Ternyata semua yang ditulis Matius sampai hari ini belum terjadi, padahal negeri Israil telah habis dijelajahi murid-murid Yesus dan merekapun sudah mati semuanya.

Jadi kalau memang Matius Penulis Injil Matius ini murid Yesus, tentulah apa yang ia tulis adalah apa yang ia dengar dari Yesus, dan kalau memang ramalan itu di dengar dari Yesus, pasti semuanya terjadi, karena para Nabi dan Rasul Allah memang diberi Mukjizat untuk mengabarkan hal-hal ghaib dengan petunjuk dan izin Allah.
Sebagaimana Nabi Musa, Nabi Yesaya, Nabi Yermia dan Nabi Isa, ’alaihum salam, mengabarkan akan datangnya Nabi Terakhir, Muhammad SAW.
Ada satu hal lagi yang harus dicermati dan dikoreksi pada Matius 28 : 19 ini, yaitu perintah Yesus untuk menjadikan seluruh bangsa di dunia sebagai muridnya.
Kita tahu bahwa Matius 28 : 19 ini di ucapkan Yesus setelah ia disalib, dikubur, bangkit lalu menemui para muridnya (menurut keyakinan Kristen), padahal ketika Yesus masih hidup, ia dengan tegas mengatakan bahwa ia hanya diutus untuk kaum bani Israil saja.

Silahkan anda perhatikan ayat-ayat berikut:

Yesus Diutus Hanya Untuk Bani Israil
Matius 10 : 5-6 : Maka kedua belas orang inilah disuruhkan Yesus dengan pesannya : Jangan kamu pergi kenegeri orang kafir dan jangan kamu masuk negeri orang Samaria, melainkan pergilah kamu kepada segala kaum domba Israil yang sesat
Matius 15 : 24 : Maka jawab Yesus katanya : Tiadalah aku disuruhkan kepada yang lain, hanya kepada segala domba yang sesat dari antara bani Israil

Saya mau tanya dan tolong anda jawab dengan jujur, apakah anda keturunan Israil?

Kristen : Tentu bukan

Islam : Kalau anda bukan bani Israil, berarti anda tidak termasuk kategori orang yang didakwahi untuk diselamatkan Yesus. Ini bukan omong kosong, tapi ini isi kitab anda. Jadi ajaran agama Yesus itu bukan ajaran universal, melainkan khusus untuk bani Israil.
Sekarang akan saya tunjukkan lagi bukti ketiga, bahwa Yohanes Penulis Injil Yohanes Bukanlah Yohanes Murid Yesus.

Bukti Bahwa Penulis Injil Yohanes
Bukan Yohanes bin Zabdi
Murid Yesus
Matius 17 : 1-8 : Lepas enam hari, maka Yesus mengambil Petrus dan Yaqub bin Zabdi dan Yohanes saudara Yaqub, lalu membawa mereka ke atas sebuah gunung yang tinggi, berasing. Maka berubahlah rupanya di hadapan mereka itu dan bersinarlah wajahnya seperti matahari dan pakaiannya menjadi putih seperti terangnya siang. Tiba-tiba kelihatan kepada mereka itu Musa dan Elia bertutur dengan Yesus ……”
Inti ayat ini adalah menceritakan pertemu-an antara Yesus dengan Musa dan Elia yang disaksikan oleh ketiga murid Yesus, Petrus, Yaqub dan Yohanes.
Kisah ini juga ada di tulis di Markus 9:2–13 dan Lukas 9: 28–36

Kristen : Mana yang menunjukkan Yohanes penulis Injil Yohanes bukan Murid Yesus

Islam : Ya kisah ini, kisah ini tidak ditulis di dalam Injil Yohanes

Kristen : Begini, saudara, mengapa Yohanes tidak menulis di dalam Injilnya, karena ia merasa tidak perlu, karena sudah di tulis di Injil lainnya

Islam : Itu alasan yang terlalu dipaksakan, banyak kisah lain yang telah ditulis di dalam Matius, Markus dan Lukas, ditulis kembali oleh Yohanes.
Ada 2 sebab mengapa kisah ini tidak ditulis oleh Yohanes:
1. Penulis Injis Yohanes memang bukan Yohanes bin Zabdi murid Yesus, sehingga ia tidak tahu peristiwa besar yang telah dialami oleh Yohanes bin Zabdi bersama 2 murid yang lain, yaitu menyaksikan pertemuan Yesus, Musa dan Elia.
2. Jika Penulis Injil Yohanes ini betul murid Yesus, dia adalah seorang murid yang teledor, bagaimana bisa satu peristiwa besar, yang dialami Yesus dan dia saksikan dengan matanya sendiri, begitu saja di nafikan dari Injil tulisannya.

Maka kalau peristiwa besar seperti ini saja sudah ia lalaikan, maka layak kiranya jika apa yang ia tulis dalam Injilnya untuk di sangsikan atau dinafikan pula.

Dari kedua opsi di atas, opsi pertamalah yang yang paling kuat, bahwa Yohanes penulis Injil Yohanes bukanlah Yohanes bin Zabdi Murid Yesus

Jadi semakin jelas saudara, semua dalil yang anda tunjukkan berkenaan dengan dosa waris, penebusan dosa dan Trinitas, tak satupun yang bersumber dari ajaran Yesus, semua dalil anda tidak bisa dijadikan dasar untuk memperoleh keselamatan seperti yang dijanjikan Yesus, karena anda tidak mengikuti jalan Yesus, tapi jalan orang yang merusak agama Yesus, yaitu Paulus.
Karena itu kembalilah kepada petunjuk Allah yang disampaikan melalui Yesus (Yohanes 16 : 7–13), bahwa Juru Selamat Terakhir yaitu Muhammad Saw. yang akan mengantarkan kita kepada seluruh kese-lamatan, dia sudah datang dengan risalahnya, yaitu Muhammad SAW dengan Islam.