@BKS hadir untuk mengungkap KEKRISTENAN yang dianggap TABU ...TINGGALKAN JEJAK ANDA DI KOLOM KOMENTAR ...terima kasih....
Tampilkan postingan dengan label Hazanah Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hazanah Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Februari 2012

HARI VALENTINE ,HARI KASIH SAYANG ATAU HARI PEMBODOHAN BAGI UMAT MANUSIA?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Agar Umat Manusia tidak mendapatkan kerugian menjalani kehidupan di dunia ini Umat manusia sudah diberikan petunjuk oleh Allah,Sang Pencipta Alam semesta raya melalui Mulut Manusia pilihanNya,yaitu Nabi Muhammad Sholallahu alaihi wassalam. dan dengan menurunkan Petunjuk bagi Umat manusia, melalui Manusia PilihanNya adalah Bukti KASIH SAYANG Allah Subhana wa ta’ala kepada MakhlukNya dan dan salah satu petunjuk bagi umat manusia tersebut adalah :
وَٱلْعَصْرِ
Demi masa
.إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَفِى خُسْرٍ
Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.
Maka sebagai umat manusia yang tidak menginginkan kerugian dalam menjalani kehidupan ini,maka kita harus senantiasa berusaha menjadi hamba hambaNya yang BERIMAN,dan senantiasa beramal Shaleh. selain itu kita tidak berpikir kepada kepentingan diri sendiri semata, tetapi juga punya kepedulian terhadap orang lain.
dan bentuk kepedulian tersebut adalah dengan tidak pernah bosan untuk saling menasehat menasehati akan kebenaran dan Kesabaran.dan itu adalah BUKTI adanya RASA KASIH SAYANGnya kepada saudara saudara lainnya
dan tulisan ini dibuat adalah salah satu upaya untuk melaksanakan Petunjuk Allah tersebut, dan ini Terkait dengan Fenomena yang terjadi di masyarakat ketika memasuki bulan kedua dalam Kalender yang merujuk pada peredaran bulan matahari, yang kini dinamai dengan Bulan Februari.
sebuah fenomena ada sebagian dari umat manusia yang menjadikan tanggal 14 Februari sebagai hari KASIH SAYANG, yang hari tersebut dinamai dengan HARI VALENTINE.bahkan bisa jadi hari tersebut adalah hari hari yang sangat ditunggu oleh sebagian para remaja dari berbagai belahan dunia.untuk menyikapi hal ini,maka bagi orang orang yang tidak menginginkan kerugian dalam kehidupan dunia dan ingin senantiasa termasuk golongan orang yang beriman,maka kita harus senantiasa ingat PETUNJUK ALLAH bagi Umat manusia ini :
Qs Al Isra 36
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًۭا
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.
karena tidak ingin termasuk orang orang yang merugi di dunia dan akhirat,maka hal yang wajar kalau kita perlu mengetahui latar belakang penentuan tanggal 14 Februari sebagai Hari Kasih sayang dan Nama VALENTINE sebagai sebutan HARI KASIH SAYANG TERSEBUTmaka untuk hal ini penulis mencoba menelusuri dari berbagai informasi yang terkait dengan penetapan 14 Februari sebagai hari kasih sayang.
Dari Budaya PAGAN dirubah menjadi HARI RAYA GEREJA
Pesta St. Valentinus pertama kali diputuskan pada 496 oleh Paus Gelasius I, yang juga memasukkan Santo George di antara mereka “…yang namanya secara benar dihormati manusia tetapi di mana perbuatan mereka hanya diketahui oleh Tuhan.” Dibuatnya pesta ini kemungkinan merupakan sebuah usaha untuk mengungguli hari raya pra-Kristen, Lupercalia yang masih diperingati di Roma pada abad ke-5The Encyclopedia Britania, vol. 12, sub judul: Chistianity, menuliskan penjelasan sebagai berikut:  
Agar lebih mendekatkan lagi kepada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentines Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Encylopedia 1998).
Menurut Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopaedia 1908), nama Valentinus paling tidak bisa merujuk tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda:
  • seorang pastur di Roma
  • seorang uskup Interamna (modern Terni)
  • seorang martir di provinsi Romawi Africa.
Koneksi antara ketiga martir ini dengan hari raya cinta romantis tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus.
Tradisi Kirim Kartu Valentine
tradisi mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan Santo Valentine.
Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 Februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sang sastrawan Inggris pertengahan ternama Geoffrey Chaucer pada abad ke-14. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung) bahwa
For this was sent on Seynt Valentyne’s day (“Untuk inilah dikirim pada hari Santo Valentinus”)When every foul cometh there to choose his mate (“Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya”)
Pada zaman itu bagi para pencinta sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari ini dan memanggil pasangan mereka “Valentine” mereka. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi pernaskahan British Library di London.
Lantas, bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” yang sampai sekarang masih saja terdapat di banyak kartu ucapan atau dinyatakan langsung oleh pasangannya masing-masing? Ken Sweiger mengatakan kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang mempunyai persamaan dengan arti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini sebenarnya pada zaman Romawi Kuno ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi.
Disadari atau tidak, demikian Sweiger, jika seseorang meminta orang lain atau pasangannya menjadi “To be my Valentine?”, maka dengan hal itu sesungguhnya kita telah terang-terangan melakukan suatu perbuatan yang dimurkai Tuhan, istilah Sweiger, karena meminta seseorang menjadi “Sang Maha Kuasa” dan hal itu sama saja dengan upaya menghidupkan kembali budaya pemujaan kepada berhala.
Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi atau lelaki rupawan setengah telanjang yang bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia begitu rupawan sehingga diburu banyak perempuan bahkan dikisahkan bahwa ibu kandungnya sendiri pun tertarik sehingga melakukan incest dengan anak kandungnya itu!
Kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai santo Valentinus diciptakan pada zaman ini. Beberapa di antaranya bercerita bahwa:
  • Sore hari sebelum Santo Valentinus akan gugur sebagai martir (orang suci dalam ajaran Katolik), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis, “Dari Valentinusmu”.
  • Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka.
Pada kebanyakan versi legenda-legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan keguguran sebagai martir.
Seperti dikatakan oleh Paus Gelasius I, sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini. Banyak legenda yang mengelilingi mereka sebenarnya diciptakan pada akhir Abad Pertengahan di Inggris dan Perancis, di mana pesta perayaan pada tanggal 14 Februari diasosiasikan dengan cinta. Sentimen semacam ini tidak ada sama sekali di kitab Legenda Emas Jacobus de Voragine, yang disusun pada kurang lebih tahun 1260 dan merupakan salah satu buku yang paling banyak dibaca pada akhir Abad Pertengahan. Buku ini sangatlah lengkap dalam memberi informasi setiap santo dan santa untuk setiap hari pada tahun kalender gerejawi sebagai ilham homili setiap misa. Di vita (riwayat hidup) St Valentinus yang sangat singkat, tertulis bahwa ia menolak untuk menangkal Yesus Kristus di depan “Kaisar Claudius” pada tahun 280. Sebelum kepalanya dipenggal, Valentinus mengembalikan penglihatan dan pendengaran sipir penjaranya. Lalu Jacobus mereka-mereka etimologi nama “Valentinus,” sebagai “sesuatu yang mengandung keberanian (Latin: valor)”, namun tidak ada tanda-tanda hati dan pesan-pesan yang ditanda tangani yang “diberi oleh Valentine-mu,” seperti kadangkala disugestikan dalam karya-karya modern kesucian sentimental
 Hari Valentine tidak ada Hubungannya dengan Kehidupan Santo
Dalami situs  http://www.cogwriter.com, artikel yang berjudul Should Christians Observe Valentine’s Day? yang mengutip tulisan dari The old World Book Encyclopedia (Valentine’s Day. Volume 19. 1966, pp.205-206) ,yang secara jelas menyebut kalau Hari Valentine tidak ada kaitannya dengan kehidupan para Santo.
The old World Book Encyclopedia (Valentine’s Day. Volume 19. 1966, pp.205-206) states,
…the customs of the day have nothing to do with the lives of the saints. They probably come from an ancient Roman festival called Lupercalia which took place every February 15. The festival honored Juno, the Roman goddess of women and marriage, and Pan, the god of nature…The Romans celebrated their feast of Lupercalia as a lovers’ festival for young people. Young men and women chose partners for the festival by drawing names from a box…After the spread of Christianity, churchmen tried to give Christian meaning to the pagan festival. In 496, Pope Gelasius changed the Lupercalia festival of February 15 to Saint Valentine’s Day February 14. But the sentimental meaning of the old festival has remained to the present time. Historians disagree about the identity of St. Valentine”. Furthermore it also states, “LUPERCALIA…was celebrated on February 15 in honor of Faunus, a rural Italian god. Faunus was later identified with Pan, the god of herds and fertility…Priests…ran around striking all the women the met (Lupercalia. Volume 12. 1966, p.456).
Hari raya Valentine  ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santa yang asal-muasalnya dipertanyakan dan hanya berbasis legenda saja.
Justru penghapusan hari raya Valentine dari kalender gerejawi pada tahun 1969, bisa kita maknai kalau kalangan Gereja MERAGUKAN KEVALIDAN SOSOK St VALENTINUS, dan menempatkan St Valentinus hanyalah sekedar TOKOH LEGENDA semata.
Kejelasan Cerita tentang St Valentinus simpang siur (sekedar tokoh Legenda atau Tokoh sejarah), tapi ada Klaim tentang Jenazahnya?
Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus dia Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak-arak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.
Mengenal Sekilas tentang Hari Raya Lupercalia

hari raya Lupercalia , yang merujuk kepada nama salah satu dewa bernama Lupercus, sang dewa kesuburan. Dewa ini digambarkan sebagai laki-laki yang setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing.
Di zaman Roma Kuno, para pendeta tiap tanggal 15 Februari akan melakukan ritual penyembahan kepada Dewa Lupercus dengan mempersembahkan korban berupa kambing kepada sang dewa.
Setelah itu mereka minum anggur dan akan lari-lari di jalan-jalan dalam kota Roma sambil membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Para perempuan muda akan berebut untuk disentuh kulit kambing itu karena mereka percaya bahwa sentuhan kulit kambing tersebut akan bisa mendatangkan kesuburan bagi mereka. Sesuatu yang sangat dibanggakan di Roma kala itu.
Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno yang berlangsung antara tanggal 13-18 Februari, di mana pada tanggal 15 Februari mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14 Februari), dipersembahkan Juno Februata.Juno JUNO adalah ratu dari Sorga dan istri Jupiter (Zeus) … Orang-orang Yunani kuno menyebutnya HERA (World Book Encyclopedia Juno., Volume 11 tahun 1966,. Pp.162-163).
Pada hari ini, para pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis di dalam sebuah kotak. Lalu setiap pemuda dipersilakan mengambil nama secara acak. Gadis yang namanya ke luar harus menjadi kekasihnya selama setahun penuh untuk bersenang-senang dan menjadi obyek hiburan sang pemuda yang memilihnya.
Keesokan harinya, 15 Februari, mereka ke kuil untuk meminta perlindungan Dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, para lelaki muda melecut gadis-gadis dengan kulit binatang. Para perempuann itu berebutan untuk bisa mendapat lecutan karena menganggap bahwa kian banyak mendapat lecutan maka mereka akan bertambah cantik dan subur.
dan tentang Persembahan untuk Ratu di Sorga dalam Al kitab ,yaitu Kitab Yeremia ada kecaman terhadap tindakan yang melakukan Persembahan untuk Ratu di Sorga
Yer 7:18-207:17 Tiadakah engkau melihat apa yang dilakukan mereka di kota-kota Yehuda dan di jalan-jalan Yerusalem?
7:18 Anak-anak memungut kayu bakar, bapa-bapa menyalakan api dan perempuan-perempuan meremas adonan untuk membuat penganan persembahan bagi ratu sorga, dan orang mempersembahkan korban curahan kepada allah lain dengan maksud menyakiti hati-Ku.
7:19 Hati-Kukah sebenarnya yang mereka sakiti, demikianlah firman TUHAN, bukankah hati mereka sendiri, sehingga mereka menjadi malu?
7:20 Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Sesungguhnya, murka-Ku dan kehangatan amarah-Ku akan tercurah ke tempat ini, ke atas manusia, ke atas hewan, ke atas pohon-pohonan di padang dan ke atas hasil tanah; amarah itu akan menyala-nyala dengan tidak padam-padam.”

SIAPA YANG KINI MEMANFAATKAN HARI VALENTINE?
Gereja mengadopsi HARI RAYA PAGAN menjadi HARI RAYA GEREJA, tentu saja tindakan tersebut punya tujuan agar mendapatkan keuntungan besar untuk kepentingan mereka, dan Keuntungan Apalagi selain upaya agar PARA PENYEMBAH PAGAN menjadi Jemaatnya?Setelah Gereja menghapus Hari Valentine sebagai bagian Hari raya gereja, siapa lagi yang memanfaatkan 14 Februari sebagai hari kasih sayang, demi meraup keuntungan besar untuk kepentingan mereka.
Perayaan pada 14 Februari  di masa sekarang ini mengalami pergeseran sikap dan semangat. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.
Dalam semangat hari Valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, petting bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang, bukan nafsu libido biasa.
Bahkan tidak sedikit para orang tua yang merelakan dan memaklumi putera-puteri mereka saling melampiaskan nafsu biologis dengan teman lawan jenis mereka, hanya semata-mata karena beranggapan bahwa hari Valentine itu adalah hari khusus untuk mengungkapkan kasih sayang.
selain itu kalau kita lihat perkembangan perayaan valentine dari beberapa negara di atas cenderung mengajak untuk bersifat konsumtif. Kiranya pantas bagi kita untuk melemparkan tuduhan pada para pemilik modal bahwa merekalah yang menyebarkan virus valentine dengan tujuan agar produk mereka laris manis di pasaran.
Valentine adalah tangan panjang dari marketing para kapitalis. Tuduhan di atas bukannya tanpa alasan. Kita semua tahu bahwa para kapitalis selalu menghalalkan segala cara demi suksesnya pemasaran hasil produksi. Sebagai sample, di swalayan-swalayan dapat kita temukan segala pernak-pernik berwarna pink maupun makanan yang identik dengan valentine pada hari-hari menjelang 14 Februari.
Setelah mengetahui mengenai hal ini,Bahwa Hari Valentine adalah bersumber pada BUDAYA Penyembah berhala yang kemudian di adopsi sebagai HARI RAYA GEREJA,yang harinya merujuk diklaim hari kematian seorang Santo tetapi pada kenyataannya tahun 1969 Hari raya Valentine  ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santa yang asal-muasalnya dipertanyakan dan hanya berbasis legenda saja.
dan Kemudian dengan mengatasnakan CINTA ataupun KASIH SAYANG,dimanfaatkan oleh para KAPITALIS dan Orang orang yang memperturutkan Hawa Nafsu,orang orang yang ingin meraup keuntungan besar demi kepentingan mereka/kelompoknya 
Mana yang lebih pantas,Hari Valentine itu hari KASIH SAYANG atau HARI PEMBODOHAN UMAT MANUSIA? 
dalam hal ini Penulis membuat Analogi :
Peringatan kemerdekaan bangsa Indonesia adalah tanggal 17 Agustus, dan penentuan tersebut merujuk pada FAKTA SEJARAH BANGSA,yaitu MERUJUK PADA PEMBACAAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN yang dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1945atau Peringatan Hari Kartini pada tanggal 21 April,penentuan tersebut merujuk pada KELAHIRAN RA KARTINI,yang lahir pada 21 April 1879Tetapi apa jadinya kalau JIKA suatu saat Pemimpin Negeri ini membuat keputusan hari PERINGATAN untuk BANGSA merujuk pada KEMATIAN TOKOH , yang TOKOH TERSEBUT tidak jelas Tokoh yang mana yang dimaksud, hingga kemudian ada 3 kemungkinan tentang Tokoh tersebut, tetapi kemudian ada KLAIM TENTANG JENAZAHNYA dan disimpan ditempat SPESIAL.sang PEMIMPIN tersebut juga tidak mengenal BETUL Tokoh yang dijadikan Rujukan HARI PERINGATAN TERSEBUT, setelah RATUSAN TAHUN penetapan Hari peringatan baru ada tulisan tulisan tentang sang Tokoh terkait hari peringatan, sekaligus banyak beredar LEGENDA tang SANG TOKOH. dan beberapa ratus tahun kemudian “HARI PERINGATAN SANG TOKOH” sudah tidak dihapus oleh NEGARA,dasar penghapusannya adalah KETIDAK JELASAN SANG TOKOH TERSEBUT.Maka HARI PERINGATAN yang Merujuk pada Kematian SANG TOKOH adalah PERINGATAN UNTUK MENCERAHKAN BANGSA INI atau PEMBODOHAN TERHADAP BANGSA INI?

LALU BAGAIMANA SIKAP KITA?
sebagai orang mukmin,yang tidak berharap mendapatkan kerugian di Dunia maupun di Akhirat maka
1. Tidak akan ikut ikutan Budaya Orang kafir dan Orang orang yang memperturutkan hawa nafsunyasebagaimana pesan  
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam  :

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka”.
2. Menebar Rasa Kasih Sayang kepada umat manusia,dimana saja dan kapan saja (tidak harus menunggu atau mengkhususkan,pada tanggal 14 Februari)
Qs Maryam 96
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَـٰنُ وُدًّا
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang
Qs Asy Syura:23
ذَٰلِكَ ٱلَّذِى يُبَشِّرُ ٱللَّهُ عِبَادَهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ۗ قُل لَّآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلَّا ٱلْمَوَدَّةَ فِى ٱلْقُرْبَىٰ ۗ وَمَن يَقْتَرِفْ حَسَنَةًۭ نَّزِدْ لَهُۥ فِيهَا حُسْنًا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ شَكُورٌ
Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal saleh. Katakanlah: “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan”. Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri .
dan salah satu Upaya MENEBAR KASIH SAYANG ADALAH SALING MENGINGATKAN AKAN KEBENARAN DAN KESABARAN atau Amar Ma’ruf nahi Munkar .Dan sekali lagi Tulisan ini adalah didorong oleh rasa Kasih sayang terhadap sesama,sama sekali bukan dikarenakan oleh kebencian terhadap suatu kaum.kalau sekiranya ada yang kami sampaikan kesalahan ataupun kurang tepat,karena biar bagaimanapun penulis hanyalah manusia biasa yang tidak lepas dari kesalahan dan kekhilafan,maka Penulis membuka pintu selebar lebarnya akan masukan agar bisa memperbaikinya.
DAN KALAU SEKIRANYA TULISAN INI BISA BERMANFAAT UNTUK ORANG LAIN, MAKA TULISAN INI BEBAS UNTUK DISEBAR LUASKAN, sebagai wujud rasa kasih sayang yang ada di hati kita.
Wassalam
Id amor

Minggu, 05 Februari 2012

AL-MASIH ISA IBNI MARYAM VS AL-MASIH AD-DAJJAL



Assalamualaikum wbt, kali ini saya ingin berkongsi berkenaan Al-Masih Isa Ibni Maryam iaitu salah satu dari nabi Ulul Azmi,dimana baginda akan datang untuk memakmurkan Kuasa Pemerintahan Islam berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah. Kedatangan Nabi Isa a.s di akhir zaman ini TIDAK MEMBAWA HUKUM BARU tetapi melaksanakan Kuasa Pemerintahan berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah.
Abu Hurairah (ra) meriwayatkan bahwa Rasulullah (saw) bersabda, “Demi Zat Yang jiwaku berada di tangan-Nya, putra Maryam benar-benar akan segera turun ke tengah-ketengah kamu sebagai hakim yang adil. Dia akan menghancurkan salib, akan membunuh babi, dan akan menghapuskan jizyah. Harta saat itu akan melimpah sehingga tidak ada seorang pun yang akan menerimanya. Sehingga sujud satu kali saja kala itu jauh lebih baik dari dunia dan isinya”. (HR Bukhari)
Jabir bin Abdullah berkata, “Saya mendengarkan Rasulullah bersabda, ‘Umatku tidak akan berhenti berperang untuk membela yang benar hingga datang hari kiamat’. Rasulullah lalu bersabda, ‘Kemudian, turunlah Isa bin Maryam dan pemimpin mereka berkata, ‘Ke sinilah dan pimpinlah kami dalam sembahyang’, namun dia akan berkata, ‘Tidak! Sebab sebagian kalian adalah pemimpin untuk sebagian yang lain, sebagai penghormatan Allah terhadap umat ini’” (HR Muslim)
Abu Hurairah (ra) meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Tidak ada seorang nabi pun antara saya dan Isa. Sesungguhnya, dia akan turun ke bumi. Maka jika kalian melihatnya, kenalilah dia. Dia adalah seorang laki-laki dengan ukuran sedang, berkulit putih kemerah-merahan. Dia memakai dua baju kuning terang. Kepalanya seakan-akan ada air yang mengalir walaupun sebenarnya ia tidak basah. Dia akan berperang melawan manusia untuk membela Islam. Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghapuskan jizyah. Allah akan menghapuskan semua agama di zamannya kecuali Islam. Isa akan menghancurkan Dajjal dan dia akan hidup di bumi selama empat puluh tahun dan kemudian dia meninggal. Kaum muslimin akan menyembahyangkan jenazahnya”. (Abu Dawud)
Adapun kenyataan ini merujuk kepada hadith Rasulullah saw, dimana berdasarkan hadith tersebut Rasulullah saw menjelaskan kepada kita bahawa PUNCA DUNIA ini MENJADI HURU HARA adalah disebabkan SALIB dan BABI. Oleh kerana itu TUGAS UTAMA Nabi Isa a.s apabila turun ke bumi adalah untuk memusnahkan PUNCA DUNIA INI MENJADI HURU HARA.
Persoalan akan timbul, mengapa SALIB dan BABI menjadi punca DUNIA MENJADI HURU HARA! Nah disini saya akan menjelaskan serba sedikit yang berkaitan dengannya. Adapun SALIB merupakan ajaran yang menyeleweng dari ajaran sebenar Nabi Isa a.s (Jesus). Ajaran TRINITI adalah merupakan kesinambungan daripada ajaran Penyembah Berhala. Apa yang jelas KRISTIAN didirikan dengan meng-ATASNAMA-kan Nabi Isa a.s dan merujuk kepada Kitab Taurat, Kitab Zabur dan Kitab Injil yang kemudiannya di-SATU-kan dalam sebuah KITAB yang disebut KITAB BIBLE.
Persoalan sekali lagi akan timbul, jika KRISTIAN didirikan dengan meng-ATASNAMA-kan Nabi Isa a.s dengan menggunakan pendekatan Kitab Taurat, Kitab Zabur dan Kitab Injil yang disatukan menjadi kitab Bible, maka siapa PELAKON UTAMA UNTUK KERJA-KERJA YANG BERBAHAYA LAGI KUFUR KEPADA ALLAH SWT? Tetap menjadi tanda tanya! Allah swt tidak membiarkan kita begitu lama untuk mendapat jawapan bagi semua persoalan ini, kerana KEBENARAN YANG HAK hanya milik Allah swt. Sesungguhnya ILMU Allah swt meliputi segala sesuatu, hanya Allah swt.
Menyentuh tentang BABI, BABI adalah PUNCA MANUSIA MENJADI JAHAT. Tidak perlu dihuraikan panjang-panjang berkenaan haiwan ini kerana diantara kita sudah sedia maklum akan haiwan ini. Mungkin ada yang bertanya jika BABI adalah PUNCA MANUSIA MENJADI JAHAT, mengapa Allah swt MENCIPTA BABI? Jadi saya pun akan bertanya kepada saudara sekalian, jika begitu MENGAPA Allah swt MENCIPTA SYAITAN? Kan bagus kalau Allah swt tidak mencipta Syaitan, maka tiadalah orang yang berlaku jahat. Jadi kunci jawapan untuk persoalan ini adalah, JANGAN SOAL mengapa Allah swt mencipta itu dan ini, kerana itu hak Allah swt, kita ni siapa? siapa kita ni nak mempersoalkan Allah swt? Mudah-mudahan kita semua dapat berfikir dengan baik dengan petunjuk dari Al-Quran.
Nah, kita teruskan perbincangan kita disini, BUKAN secara KEBETULAN, Nabi Muhammad saw menceritakan perihal Dajjal, dimana Rasulullah saw menegaskan bahawa DAJJAL juga disebut AL-MASIH, dengan kata lain PELAKON UTAMA ini bernama AL-MASIH AD-DAJJAL. Kita perhatikan seketika, apakah kaitan semua ini dengan AGAMA KRISTIAN? Juga menjadi tanda tanya. mari kita selidiki sabda nabi Muhammad saw berkenaan Al-Masih Ad-Dajjal.

Nabi Muhammad saw bersabda: “sesiapa yang MENGHAFAL 10 AYAT PETAMA SURAH AL-KAHFI maka dia akan dipelihara daripada fitnah Dajjal.
Nabi Muhammad saw bersabda: “sesiapa yang MEMBACA 10 ayat terakhir Surah Al-Kahfi maka dia akan selamat dari fitnah Dajjal.”
Setakat ini maklumat yang kita perolehi adalah SURAH AL-KAHFI, kerana nabi Muhammad saw bersabda Surah Al-Kahfi adalah pendinding kepada Fitnah Dajjal. Mari kita baca sama-sama, ada apa dalam 10 ayat pertama Surah Al-Kahfi.
(Surah Al-Kahfi)
18:1 Segala puji terentu bagi Allah yang telah menurunkan kepada hambaNya (Muhammad), Kitab suci Al-Quran, dan tidak menjadikan padanya sesuatu yang bengkok (terpesong):
18:2 (Bahkan keadaannya) tetap benar lagi menjadi pengawas turunnya Al-Quran untuk memberi amaran (kepada orang-orang yang ingkar) dengan azab yang seberat-beratnya dari sisi Allah, dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal-amal soleh, bahawa mereka akan beroleh balasan yang baik.
18:3 Mereka tinggal tetap dalam (balasan yang baik) itu selama-lamanya.
18:4 Dan juga Al-Quran itu memberi amaran kepada orang-orang yang berkata:” Allah mempunyai anak”.
18:5 (Sebenarnya) mereka tiada mempunyai sebarang pengetahuan mengenainya, dan tiada juga bagi datuk nenek mereka; besar sungguh perkataan syirik yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan perkara yang dusta.
18:6 Maka jangan-jangan pula engkau (wahai Muhammad), membinasakan dirimu disebabkan menanggung dukacita terhadap kesan-kesan perbuatan buruk mereka, jika mereka enggan beriman kepada keterangan Al-Quran ini.
18:7 Sesungguhnya Kami telah jadikan apa yang ada di muka bumi sebagai perhiasan baginya, kerana kami hendak menguji mereka, siapakah di antaranya yang lebih baik amalnya.
18:8 Dan sesungguhnya Kami akan jadikan apa yang ada di bumi itu (punah-ranah) sebagai tanah yang tandus.
18:9 Adakah engkau menyangka (wahai Muhammad), bahawa kisah ”Ashaabul Kahfi” dan “Ar-Raqiim” itu sahaja yang menakjubkan di antara tanda-tanda yang membuktikan kekuasaan Kami?
18:10 (Ingatkanlah peristiwa) ketika serombongan orang-orang muda pergi ke gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami! Kurniakanlah kami rahmat dari sisiMu, dan berilah kemudahan-kemudahan serta pimpinan kepada kami untuk keselamatan ugama kami”.
PERHATIAN: Di dalam Surah Al-Kahfi, ayat nombor 4 MENJELASKAN bahawa Al-Quran MEMBERI AMARAN kepada orang yang mengatakan “ALLAH MEMPUNYAI ANAK”. Siapa yang mengatakan Allah mempunyai ANAK? Surah Al-Kahfi yang kita bincang sekarang benar-benar menyentuh tentang AGAMA KRISTIAN.
Kesimpulan setakat ini menjelaskan bahawa AGAMA AL-MASIH AD-DAJJAL yang mana dikenali di dalam dunia Kristian sebagai ANTICHRIST 666 adalah PENGANUT AGAMA KRISTIAN itu sendiri. mengapa Dajjal disebut sebagai Al-Masih? Juga patut direnungkan!
Sabda Nabi Muhammad saw : “Semenjak Adam diciptakan sampai berdirinya kiamat tidak ada hal yang lebih besar dari fitnah Dajjal.
Nah, Al-Masih Ad-Dajjal membawa FITNAH YANG SANGAT BESAR. Apakah FITNAH yang dibawa oleh Dajjal? Bahawa Dajjal akan mengaku sebagai Nabi Penyelamat, dengan kata lain Dajjal adalah “Nabi Pemyelamat Palsu” atau “Al-masih Palsu” dengan menggunakan/meniru identiti “Al-Masih Sebenar” iaitu Nabi Isa a.s. Mengapa Al-Masih Ad-Dajjal menggunakan identiti Nabi Isa a.s? Kerana Dajjal ingin mengumpul pengaruh yang besar dimuka bumi ini sekaligus dapat membawa lebih ramai manusia masuk ke dalam jurang NERAKA Allah swt. Inilah misi Iblis, Iblis sangat suka kalau anak-anak Adam ramai yang masuk neraka Allah swt bersamanya. Jangan lupa kisah Nabi Adam a.s dengan tipu daya Iblis dan janji Allah swt terhadap Iblis.
Setakat ini, kita dapat memahami bahawa Al-Quran sangat menentang kesahihan kitab Umat Kristian hari ini berdasarkan firman Allah swt yang bermaksud;
Kecelakaan besar bagi orang-orang yang menulis Kitab Taurat dengan tangan mereka (lalu mengubah Kalam Allah dengan rekaan-rekaan mereka), kemudian mereka berkata: “Ini ialah dari sisi Allah”, supaya mereka dengan perbuatan itu dapat membeli keuntungan dunia yang sedikit. Maka kecelakaan besar bagi mereka disebabkan apa yang ditulis oleh tangan mereka, dan kecelakaan besar bagi mereka dari apa yang mereka usahakan itu. (Surah Al-Baqarah 2:79)
KIita dapat memahami bahawa Kitab bible sangat dipengaruhi oleh Al-Masih Ad-Dajjal, dimana Dajjal menimbulkan fitnah dengan menggunakan institusi keagamaan dan menabur fitnah ke dalam ayat-ayat Allah, dimana Kebenaran dicampuradukkan dengan Kepalsuan. Tipudaya ini sangat halus sehingga kepalsuan ini menjadi akidah kepada mereka yang buta mata hatinya walaupun celik mata zahirnya.
Akhirkata, marilah kepada ISLAM, kerana ISLAM menjamin akan kebenaran yang hakiki kerana Al-Quran benar-benar datang dari Allah swt iaitu Tuhan yang menciptakan seluruh alam ini. Saya akhiri dengan lafaz firman Allah swt yang bermaksud;
Dan telah sempurnalah Kalimah Tuhanmu (Al-Quran, meliputi hukum-hukum dan janji-janjiNya) dengan benar dan adil; tiada sesiapa yang dapat mengubah sesuatupun dari Kalimah-kalimahNya; dan Dia lah yang sentiasa Mendengar, lagi sentiasa Mengetahui. Dan jika engkau menurut kebanyakan orang yang ada di muka bumi, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah; tiadalah yang mereka turut melainkan sangkaan semata-mata, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta. (Surah Al-An’am 6:115-116)

9 Penyebab Seseorang Mendapat HIDAYAH


1. Dia lahir dalam keluarga yang taat beragama.
Orang ini bernasib baik, karena dia mendapat didikan secara langsung dalam suasana kekeluargaan yang mendidik.



2. Dia yang diberi kesadaran & petunjuk.
Dari kecil sudah menyukai kebaikan dan kebenaran. Dia terus mencari dan mengamalkan ilmu. Orang ini amat sedikit, maka mereka termasuk orang yang diberikan anugrah.

3. Orang yang didalam perjalanan hidupnya berjumpa golongan/kelompok yang aktif mengamalkan syariat.
Manakala dilihat kehidupan mereka begitu baik dan berbahagia, lantas mengikuti dan mencontoh golongan tersebut.

4. Orang yang senantiasa mencari kebenaran.
Mereka orang yang senantiasa membaca, mengkaji, membandingkan, dan melihat berbagai macam ajaran dan ideologi. serta bergaul dengan berbagai golongan tersebut, maka akhirnya dia bertemu dengan kebenaran.

5. Orang yang mendapat pendidikan Agama.
Mendengar ceramah, menghadiri majlis majlis agama, maka dia akhirnya mendapat petunjuk dari mengaji dan mendengar itu.

6. Orang yang diuji.
Mungkin setelah kaya jatuh miskin, ditimpa bencana, atau sakit. Maka dia sadar dan insyaf. Lantaran itu dia kembali mendekatkan diri kepada Tuhannya.

7. Orang yang Mendapat Kebenaran.
Atas izin Allah, dia mengalami perjalanan rohani, seperti melihat didalam mimpi adanya alam barzakh, melihat orang orang di azab, atau dia sendiri yang kena siksa. Bisa juga Allah memperlihatkan kepadanya kekuasaan Allah dengan memperlihatkan kejadian kejadian yang ajaib, setelah itu dia kembali kepada kebenaran dan bertobat.

8. Orang yang sadar setelah kehidupan dunianya serba berkecukupan, tapi didalam kacau.
Mereka mempunyai segalanya, harta, rumah mewah dan lain-lain. Tapi kehidupan keluarga senantiasa porak poranda tidak adanya kasih sayang, dan jiwanya senantiasa sepi atau kosong. Maka dia menjadi sadar, bahwa kemewahan hidup itu tidak menjamin kebahagiaan didunia, apalagi di akhirat.

9. Orang yang mendapat petunjuk karena ada orang shaleh yang senantiasa bertaqwa mendoakannya.
Sebagaimana Saydina Umar Al-Khattab mendapat petunjuk karena doa doa Rasulullah SAW.

Rabu, 25 Januari 2012

KITAB DAN SUHUF PARA NABI ALLAH SERTA POSISINYA DALAM DAKWAH PRA KENABIAN MUHAMMAD

Kesempurnaan Al-Islam, ditandai oleh turunnya Al-Maidah, ayat 3, yang diturunkan ketika haji wada.[1] Dalam khutbahnya, Rasulullah Saw bersabda, “Wahai manusia, sesungguhnya syaitan telah putus asa (berharap banyak) dapat disembah di negerimu ini (baca: Mekkah)”.[2] Peristiwa ini menandakan bahwa proses penancapan dasar Tauhid oleh para nabi sejak risalah pertama oleh Nabi Nuh hingga Isa a.s, dan Nabi Muhammad telah sempurna.[3] Hal ini menandakan bahwa wahyu, atau penyampaian kehendak Allah kepada manusia, memiliki sejarah panjang, dan memiliki beragam bentuk. Wahyu, atau dalam bahasa Ismail Al-Faruqi disebut sebagai, data revelata dilestarikan melalui hafalan.[4] Bentuk-bentuk itu, dikenalkan dalam Al-Quran sendiri, dengan sebutan beragam: Zabur, Taurat, Injil, dan suhuf. Kitab Zabur disebut sebanyak 2  kali dalam bentuk zâbûr dan 2 kali dalam bentuk zubur. Taurat disebutkan secara bergandengan dengan Injil sebanyak 7, disandingkan dengan Al-Quran sebanyak 1 kali, disandingkan dengan injil dan hikmah sekaligus sebanyak 2 kali. Sedangkan Taurat yang disebutkan secara mandiri sebanyak 7. Sedangkan injil yang disebut secara mandiri sebanyak 3. Sedangkan suhuf disebutkan tiga kali, namun dalam surat Abasa , ayat 13,  suhuf disebutkan –sebagaimana menurut tafsir mu’tabar, merujuk pada Al-Qur'an.

Namun bagaimana isi dari data revelata itu? Sebab jika merujuk kepada Al-Quran, tidak ada gambaran detail mengenai isi dari kitab dan suhuf. Namun yang paling jelas dan meyakinkan adalah bahwa Al-Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, merupakan pembenar (mushaddiq) terhadap kitab-kitab terdahulu dan mengimaninya merupakan sebuah kewajiban. Peran Al-Quran sebagai mushaddiq sekaligus penyempurna hukum-hukum sebelumnya sekaligus membatalkan sebagian hukum-hukum Taurat yang secara khusus di-taklif-kan kepada Bani Israil, menandakan bahwa dalam proses pewahyuan ada sebuah perubahan (change) dan kesinambungan (continuity). Kepentingan lain dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hukum yang tertuang dalam kitab dan suhuf para nabi terdahulu sehingga dengan segera dapat tergambar apa yang menjadi ushul al-dakwah para nabi itu. Namun harapan atas kesulitan-kesulitan di atas seolah muncul setelah kita mengetahui secara historis bahwa Nabi Ibrahim –salah satu nabi yang menerima suhuf, hidup pada zaman patriarkal -2000-1400 SM- ada kemungkinan bahwa beliau bisa menulis dan membaca serta memandang hormat teks pesan Ilahi seperti orang-orang sezamannya, Hammurabi, yaitu orang-orang senegri dengan Ibrahim. Kendati arkeolog belum menemukan bukti fisik keberadaanya, beralasanlah untuk mengharap keberadaan mereka.[5]
Harapan itu menjadi lebih terang terlebih setelah penemuan arkeolog yang mengejutkan banyak ahli filologi abad ini, yaitu ditemukannya naskah-naskah kitab suci yang memiliki rahasia kuno yang tersembunyi di padang Yudea selama kurang lebih 2000 tahun. Namun setelah empat dekade sejak penemuannya, banyak rahasia gulungan itu disembunyikan oleh kelompok kecil sarjana yang memegang hak eksklusif atas dokumen tersebut. Barulah pada September 1991, gulungan itu difoto secara diam-diam (dicuri) kemudian disebar melalui pos ke seluruh wilayah negeri itu. Suatu kenyataan yang tidak bisa dipungkiri, beberapa naskah gulungan Qumran yang berbahasa Ibrani berbeda jauh dengan naskah Masoret –kitab perjanjian lama yang paling tua yang ditulis sekitar tahun 1005 M. Hal ini mengundang pertanyaan besar, apakah para Masoret yang terkenal teliti itu kurang teliti, ataukah teks Qumran menunjukkan sebagai versi Bible Ibrani lain yang berbeda dengan bible yang dipakai sekarang? Selain itu, naskah Qumran ini menunjukkan kepada kita fakta bahwa Yudaisme abad pertama memiliki persamaan dengan Kristen awal. Sementara itu tidak ada satu kitab pun dari Perjanjian Baru versi konsili Nicaea pada 325 M, yang tertulis dalam naskah Qumran.[6]
Selain merujuk pada data-data sejarah di atas, penulis akan mencoba melihat bagaimana pendapat berbagai macam mufassir mengenai ayat-ayat yang berkenaan dengan kitab dan suhuf terdahulu. Selain itu, penulis akan mencoba melihat riwayat dan hadits-hadits dengan bantuan program Al-Maktab Al-Syamilah versi.2.
Kitab dan Suhuf dalam Hadits dan Al-Quran
Dalam shahîh Ibnu Hibbân, Rasulullah ditanya tentang shuhuf yang diturunkan kepada suhuf Nabi Allah Musa a.s. Rasulullah s.a.w berkata, “Sebahagian daripada kandungan suhuf Nabi Musa a.s adalah: 1. Aku heran pada orang yang telah meyakinkan akan datangnya kematian (yakin dirinya akan mati dan ditanya tentang amalannya), tetapi mengapa mereka merasa bahagia dan gembira di dunia (tidak membuat persediaan).(2). Aku heran kepada orang yang yakin akan neraka, tapi mereka malah banyak tertawa, (3) Aku heran kepada orang yang telah meyakini akan adanya qadar (ketentuan) Allah, tetapi mengapa mereka marah-marah (bila sesuatu musibah menimpa dirinya). (4) Aku heran dengan orang yang melihat dunia dengan cara yang berlebihan dan bergaul dengan ahlinya, (5) Aku heran pada orang yang telah meyakini akan adanya hisab (hari pengiraan amal baik dan buruk), tetapi mengapa mereka tidak berbuat kebaikan?”.[7]
Dari satu-satunya hadits yang penulis temukan mengenai suhuf Musa di atas, dapat kita identifikasi hal-hal berikut:
Pertama, bahwa budaya masyarakat ketika Nabi Musa berdakwah penuh dengan hipokritas yang sudah memuncak. Di satu sisi masyarakat Yahudi ketika itu benar-benar meyakini akan datangnya kematian, namun di sisi lain, pengetahuannya hanya tinggal sebatas pengetahuan. Hal ini diperkuat oleh beberapa Ayat Al-Quran. (lihat, Al-Baqarah, 44; Al-Jumu’ah, 5). Hipokritas ini relevan dengan sikap mereka terhadap hari akhir yang dengan pengetahuan yang mereka miliki tentang tanda-tanda hari akhir, namun tidak memiliki konsekwensi moral dalam perilaku keseharian mereka. Kedua, pengetahuan-pengetahuan tentang akhirat, qadar, hisab, dan kesementaraan dunia merupakan materi yang sinergi dengan kandungan Al-Quran. Hal ini menjadi bukti bahwa suhuf Musa a.s. merupakan penjelas dari wahyu Allah.
Sedangkan dalam surat Al-Najm, 53. Allah SWT berfirman, “Apakah tidak pernah diberitakan apa yang ada dalam suhuf Musa dan Ibrahim yang telah ditunaikan?”. Dan surat Al-‘Alâ, 19., “Suhuf Ibrahim dan Musa”. Dalam Tafsir Jalalain, ‘suhuf Musa’ diartikan sebagai lembaran-lembaran Taurat atau lembaran-lembaran yang berisi ajaran para nabi sebelumnya. Sedangkan dalam tafsir Al-Thabari, suhuf Musa berisi tentang ancaman Allah di akhirat. Sedangkan suhuf Ibrahim, adalah risalah yang telah disampaikan oleh Ibrahim dan telah tertunaikan.[8] Sedangkan Ibnu ‘Âsyûr mengatakan bahwa suhuf musa itu adalah Taurat. Sebagaimana juga suhuf Musa, inti dari suhuf Ibrahim adalah apa yang ada dalam surat Al-‘Ala.[9] Sedangkan dalam Ibnu Katsir, beliau mengetengahkan sebuah hadits dari Ibnu Hatim tentang pernyataan Rasulullah tentang kenapa Nabi Ibrahim disebut orang ‘yang telah menunaikan’? Rasul menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim selalu berdakwah setiap pagi dan sore, “Bertasbihlah kepada Allah di waktu sore hari dan shubuh” (QS. Al-Rum, 17).[10] Dalam footnote Al-Quran terjemah Depag, disebutkan bahwa yang dimaksud bertasbih adalah, ‘Shalat’.[11] Dalam Aisar Al-Tafasir, ditambahkan bahwa suhuf Ibrahim itu terdiri dari 10 buah.[12] Sedangkan dalam tafsir Al-Zamakhsyary, disebutkan bahwa suhuf Nabi Ibrahim terdiri dari 30 buah suhuf, sepuluh pokok tentang pertaubatan, sepuluh pokok tentang ciri-ciri mukmin, dan sepuluh pokok lainnya tentang konsekwensi keimanan.[13]
Mengenai surat Al-‘Alâ terdapat berbagai macam pendapat, diantaranya Tafsir Al-Tabari mengutip berbagai macam ta’wil mengenai ayat terakhir surat Al-‘Alâ. Pendapat Ikrimah bahwa ‘suhuf Musa dan Ibrahim’ adalah maksudnya ayat-ayat yang ada dalam surat ini. Sedangkan Abu Al-‘Aliyah mengenai ‘suhuf Musa dan Ibrahim’ mengatakan bahwa kisah mengenai kandungan surat Al’Alâ terdapat dalam suhuf-suhuf terdahulu. Sedangkan Qatadah mengatakan bahwa yang ada dalam suhuf Musa dan Ibrahim hanya ayat, “Dan sungguh bahwa akhirat itu lebih baik dan kekal”. Dan setelah mengungkap beragam pendapat di atas, Imam Al-Thabari mengatakan bahwa, “Pendapat yang paling tepat adalah, bahwa ayat 14-17 lah yang benar-benar ada dalam suhuf Musa dan Ibrahim. Sebab ayat sebelumnya ditujukan kepada Nabi Muhammad”.[14]
Sedangkan mengenai istilah kitab, hadits panjang dari Abu Hurairah bercerita tentang ucapan Rasulullah mengenai keistimewaan hari jum’at, “Hari jum’at adalah sebaik-baiknya hari di mana matahari diterbitkan, yaitu karena pada hari itu Adam diciptakan, kemudian di keluarkan dari surga, pada hari itu juga ia bertaubat, dan hari itu juga ia meninggal. Hari jum’at adalah ditetapkannya hari kiamat” Kemudian Ka’ab membuka Taurat kemudian membenarkan ucapan Rasulullah karena bersesuaian dengan Taurat.[15] Hadits dari Ibnu Umar menjelaskan tentang ucapan Nabi terhadap dua orang Yahudi yang berzinah, dengan merujuk pada Taurat nabi bertanya, “Apakah kalian mengetahui bahwa pezina mendapatkan rajam dalam Taurat?”. Mereka menjawab, “Tidak baginda, kami hanya menemukan dalam taurat mengenai hukum jilid”, Rasul bersabda, “Kalian telah berbohong, sesungguhnya dalam taurat ada hukum rajam”, mereka menjawab, “Engkau benar-benar jujur wahai Rasul, dalam Taurat terdapat ayat tentang rajam”. Kemudian para pezina itu mendapat hukum rajam.[16] Dalam Sahih Bukhari, riwayat Amr bin Ash menerangkan bahwa dalam Taurat sudah dijelaskan sifat-sifat Nabi Akhir Zaman.[17] Dalam Sahih Bukhari, riwayat dari Abu Hurairah menjelaskan bahwa, Taurat itu berbahasa Ibrani.[18]
Sedangkan injil, diceritakan ada namus atau tanda-tanda –seperti juga dalam Taurat, tentang kenabian Muhammad SAW.[19] Salah satu surat dalam Al-Quran yang tidak diturunkan dalam Zabur, Taurat, dan Injil adalah surat Al-Fâtihah.[20] Secara etomologi, Ibnu Hajar mendefinisikan zabur sebagai kitab. Bahkan Rasulullah menyebut zabur sebagai bacaan dalam riwayat Al-Kusymihanni. Disebut zabur karena ia mazbûr atau maktûb atau tertulis. Dan berarti zabur juga karena berupa kumpulan tulisan tertentu. Sebagian ulama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan zabur adalah taurat itu sendiri. Qatadah berkata, bahwa zabur terdiri dari 150 surat keseluruhannya berisi wejangan dan sanjungan terhadap Allah SWT. Di dalamnya tidak ada halal, haram, kewajiban (faraid) ataupun hudûd (hukum publik). Akan tetapi, untuk kebutuhan hal tersebut merujuk kepada taurât. Riwayat ini dikeluarkan oleh Ibnu Abi Hatim dan lain-lainnya. Imam Nawawi berkata, “Orang sholeh di zaman Daud mengkhatamkan zabur empat kali di waktu malam, dan empat kali di waktu siang”.[21]
Suhuf dan Kitab dalam Penemuan Sejarah dan Arkeologi
Perjalanan panjang kitab Taurat berawal dari wafatnya Nabi Sulaiman tahun 992 SM. Kerajaan beliau selanjutnya terpecah menjadi dua, di utara dinamakan Kerajaan Israel dengan ibukota Samaria, dan di selatan dinamakan Kerajaan Yehuda dengan ibukota Yerusalem. Yerusalem dipercaya sebagai tempat penyimpanan naskah asli Taurat sehingga warga Israel sering beribadah di Yerusalem (Kamal, Asal-usul Kitab Suci:16). Dalam perjalanan selanjutnya, bangsa Israil kembali menyembah berhala, sedangkan bangsa Yehuda mulai melanggar banyak hukum taurat sehingga Allah menghancurkan mereka melalui raja Babylonia dan Nebukanedzar. Setelah semuanya tidak ada yang tertinggal bahkan bahasa Ibraninya sendiri, Nabi Uzair a.s pernah mencoba menulis ulang kitab Taurat Musa dalam bahasa Aram yang kemudian disebut Naskah Septuaginta. Sayangnya kedua naskah tersebut raib pada abad 2 SM.[22]
Dari penjelasan di atas, jelas bahwa kitab Taurat nabi Musa as sudah lenyap sejak abad ke-3 SM. Begitu pula salinan Nabi Uzair dan naskah Septuaginta. Namun sekitar tahun 70-an, muncullah injil penggenap yang disebut Injil Perjanjian Baru dalam tradisi Aquila (130 M), Theodotion (abad ke-2 M) dan Symmakus (abad ke-3 M) yang dilakukan oleh revisionis Septuaginta ortodoks seperti Origenes (232-254), Uskup Mesir Hesikhius, dan Tua-tua Lukian di Anthonia (311).[23]
Oleh karena itu, satu-satunya bukti arkeologis mengenai lembaran-lembaran kitab kuno adalah apa yang ditemukan di Qumran, Yudea. Naskah tersebut dikenal sebagai naskah ‘Gulungan Laut Mati’ atau The Dead Sea Schroll. Sedangkan suhuf Musa, penulis mendapatkan salinan terjemahnya dari blog Aby Yusuf’s Site. Namun karena sumbernya tidak disebutkan, penulis tidak akan cantumkan di sini. Sedangkan seluruh kitab yang terangkum dalam Perjanjian Baru merupakan hasil kesepakatan konsili Neceae pada 325 M, maka orisinalitasnya perlu dipertanyakan. Kitab baru ini berisikan karangan Matius, Markus, Lukas, dan Yohannes, 13 surat yang ditulis Paulus, 3 surat Yohannes, 1 surat Yakobus, 1 surat Yudas, 2 surat Petrus, 1 surat Lukas kepada orang Ibrani, dan Wahyu kepada Yohannes. Semua surat yang ditulis Paulus, Yakobus, Yohannes, Yudas, Petrus, dan lain-lain jelas bukan firman Tuhan dan biasanya dalam beberapa versi, tulisan yang terakhir ini tidak berwarna merah seperti tulisan empat kitab lainnya. A.  Tricot, seperti dikutip Bucaille, menerangkan  bahwa Injil Matius, Markus dan Lukas telah disusun setelah 70 M. Kecuali Markus, ketiga Injil tersebut sebenarnya tidak ditulis sebelum tahun itu dan tidak diriwayatkan dalam bentuk tertulis. Oleh karenanya, lagi-lagi orisinalitasnya sangat rendah dan membuka kemungkinan pemalsuan-pemalsuan karena ditulis hampir 50 tahun setelah Yesus diangkat oleh Allah. Bagaimana dengan Markus? Seperti disebutkan di atas, ia sebenarnya bukan sahabat (rasul dalam tradisi Kristen), tapi adalah anak sahabat Yesus, yaitu Zebedeus. Artinya, Kitab Markus sebagai kitab tertua yang ditulis pada tahun sebelum 70, ternyata tidak ditulis oleh murid Yesus sendiri. Hal ini mengakibatkan sebuah kenyataan bahwa, baik Matius, Lukas atau Yahya  tidak  tahu bagian  mana yang merupakan Injil Markus dan mana yang bersumber dari Zebedeus. Dengan begitu, menurut R.P. Kannengiesser, “Orang akan mendapatkan suatu ide yang kongkrit tentang kebebasan para pengarang dalam membentuk susunan literer hikayat-hikayat Bibel sampai permulaan abad ke-2”.[24]
Oleh karena itu peninggalan sejarah yang masih membuka peluang untuk digali isi kebenarannya adalah naskah Qumran. Sayang sampai saat ini masih tidak bisa dikonsumsi oleh publik. Namun menurut Ataur Rahim, penulis Misteri Yesus dalam Sejarah, mengatakan bahwa dokumen-dokumen yang masih memiliki tingkat keaslian lebih baik dari Perjanjian Baru adalah Injil Barnabas dan Injil Hermas. Injil Barnabas ditulis langsung oleh sahabat Yesus. Sebuah keberuntungan, bahwa sebelum konsili Nicaea pada 325 M, Injil Barnabas sempat menjadi injil induk (canonical) dan dengan begini dapat menggambarkan bagaimana tradisi kristen awal. Barnabas yang seorang Yahudi adalah sahabat Yesus yang sepeninggal beliau, mempertahankan ajaran murni Yesus dari setiap bid’ah, terutama upaya-upaya yang dilakukan oleh Paulus dari Tarsus.
Fungsi Kitab dan Suhuf dalam Ushul Dakwah Para Nabi
Dari uraian di atas kita dapat menganalisa bagaimana posisi kitab dan suhuf sebagai Ushul Al-Dakwah para nabi Allah pra Nabi Muhammad SAW. Dalam literatur pelajaran agama Islam untuk tingkat SD, SMP, dan SMA, selalu ditekankan bahwa Kitab yang wajib diimani ada 4, yaitu: Taurat, Zabur, Injil, dan Quran. Tentu saja ini merupakan poin penting dalam pengajaran Islam. Bahkan ke depan perlu juga dibicarakan mengenai penyimpagan-penyimpangan yang dilakukan oleh Yahudi dan Nashrani, khususnya berkaitan dengan kitab Taurat dan Injil.
Namun sedikit sekali diantara kita yang mengetahui bahwa kitab yang berisi tentang syari’at hanya ada tiga, yaitu Taurat, Injil dan Quran[25]. Adapun zabur, seperti dikutip oleh Qatadah ia berkata, bahwa zabur terdiri dari 150 surat keseluruhannya berisi wejangan dan sanjungan terhadap Allah SWT. Di dalamnya tidak ada halal, haram, kewajiban (faraid) ataupun hudûd (hukum publik). Akan tetapi, untuk kebutuhan hal tersebut merujuk kepada taurât. Sedangkan Injil berisi tentang pelurusan-pelurusan yang dilakukan oleh Ahl Al-Kitab mengenai proses penciptaan alam semesta, keesaan Allah, dan tanda-tanda (namus) tentang kenabian Muhammad.
Tidak banyak riwayat mengenai kitab dan suhuf nabi pasca Musa dan sebelum Isa a.s., kecuali keterangan mengenai zabur. Oleh karena itu kita dapat mengatakan bahwa kitab dan suhuf yang dijadikan ushul dakwah oleh Nabi Musa dan nabi setelahnya adalah Taurat. Bahkan satu-satunya keterangan yang kita dapatkan dari naskah masoret dikatakan bahwa Nabi Uzair pernah menulis ulang Taurat yang sudah disimpangsiurkan oleh Yahudi.
Lalu bagaimana dengan suhuf Ibrahim? Tentu saja, karena suhuf Ibrahim diwahyukan sebelum Taurat, maka satu-satunya keterangan adalah apa yang ada dalam surat Al-’Alâ, yaitu tentang tazkiyyah al-nufs, dzikir dan shalat, serta peringatan tentang kesementaraan dunia dan kekekalan akhirat. Hal ini dapat kita lihat dari kesimpulan Imam Al-Thabari dalam tafsirnya mengenai surat Al-’Alâ seperti disinggung sebelumnya. Keterangan lain yang penulis dapatkan adalah dalam Aisar Al-Tafasir, ditambahkan bahwa suhuf Ibrahim itu terdiri dari 10 buah. Sedangkan dalam tafsir Al-Zamakhsyary, disebutkan bahwa suhuf Nabi Ibrahim terdiri dari 30 buah suhuf, sepuluh pokok tentang pertaubatan, sepuluh pokok tentang ciri-ciri mukmin, dan sepuluh pokok lainnya tentang konsekwensi keimanan.

Kesimpulan
Ushul dakwah –dalam pengertian materi-materi yang didakwahkan, dapat kita simpulkan dalam Taurat, Zabur, Injil dan Suhuf adalah sebagai berikut:
  1. Semua kitab dan suhuf berisi ajaran Tauhid, pengesaan Allah, dan peniadaan makhluk yang serupa, kemustahilan Allah untuk beranak dan diperanakkan.
  2. Kitab yang berisi syari’at adalah suhuf ibrahim (yang tanpa nama), Taurat, Injil, dan Al-Quran. Syari’at yang termaktub dalam suhuf Ibrahim, belum mengatur tata masyarakat dan memberikan tahap awal ajaran Tauhid yang diperlukan oleh tata masyarakat. Sedangkan Taurat, selain berisikan tentang ajaran Tauhid, berisi juga tentang hukum rajam, mencuri, makanan yang halal dan haram, tentang proses penciptaan alam (kesaksian Al-Quran dan Injil Barnaba), dan pengkhianatan Yahudi terhadap kematian para nabi sebelum Isa (kesaksian Al-quran dan Injil sheperd of Hermas). Suhuf Musa, dalam sebuah riwayat tidak disebutkan jumlah ashfar-nya. Sedangkan shuhuf Ibrahim seperti dalam tafsir Al-Zamakhsyary, disebutkan terdiri dari 30 buah suhuf, sepuluh pokok tentang pertaubatan, sepuluh pokok tentang ciri-ciri mukmin, dan sepuluh pokok lainnya tentang konsekwensi keimanan.
  3. Kitab Zabur terdiri dari 150 surat keseluruhannya berisi wejangan dan sanjungan terhadap Allah SWT. Suhuf Musa yang tidak disebutkan ashfar-nya itu merupakan penjelas dari Taurat.
  4. Kitab Injil berisi pelurusan-pelurusan Taurat yang telah disimpangsiurkan oleh Yahudi. Selain itu, Injil juga berbicara tentang penguatan hukum-hukum syari’at yang ada dalam Taurat. Namun Injil tidak memuat syari’at baru, selain syari’at yang telah ditetapkan Allah dalam Taurat. Sebagai mana taurat, Injil ditulis dalam bahasa Ibrani.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Thabary, Tafsir Al-Thabary, Maktab Al-Syamilah, Ishdar Al-Tsani.
Aisar Al-Tafâsir, Maktab Al-Syamilah, Ishdar Al-Tsani.
Al-Bayanun, Madkhol ilâ ilm al-dakwah.
Al-Faruqi, et.al, 2000. Atlas Budaya Islam: Menjelajah Khasanah Peradaban Gemilang, Mizan: Bandung,
Al-Quran Al-Karim, Terjemah Depag, hal. 643.
Al-Zamakhsyary, Tafsir Al-Zamakhsary, Maktab Al-Syamilah, Ishdar Al-Tsani
Bukhari, Shahîh Al-Bukhari, Maktab Al-Syamilah, Ishdar Al-Tsani
Ibnu ’Âsyûr, Tafsir Li Ibn Asyur, Maktab Al-Syamilah, Ishdar Al-Tsani.
Ibnu Hajar Al-‘Asyqolani, Fathul Bâri, Bab Firman Allah, “Dan Kami berikan Daud Zabur”, Maktab Al-Syamilah, Ishdar Al-Tsani.
Ibnu Hibban, Sahîh Ibn Hibban, Maktab Al-Syamilah, Ishdar Al-Tsani
Ibnu Katsir, Tafsir Al-Quran Al-’Adhim, Maktab Al-Syamilah, Ishdar Al-Tsani
Imam Malik, Muwattha, Maktab Al-Syamilah, Ishdar Al-Tsani
Bucaille, Maurice, Dr., 1991. Bibble, Quran, dan Sains Modern, Pustaka Pelajar, Jakarta.
Rahim, Muhammad Ataur .1994. Misteri Yesus dalam Sejarah, Pustaka Da’i: Jakarta
www.wikipedia.org,  Perjanjian Lama: 1

Selasa, 17 Januari 2012

NAMA "YAHWEH" ADA DI DALAM ALQUR'AN

Shalom 'aleykhem. Yahweh Elohim yevrakh ot'khem. Ternyata nama Yahweh ada dalam al-Quran dan tak terbantahkan. QS. Maryam [19]:1-2 dikatakan: bi-smiLLAH al-rachman al-rachim,
Kaf-Ha-Ya-'Ain-Shad, Dzikru rachmati rabbika 'abdahu ZakariYA
اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ كهيعص ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا بِسْمِ


Dalam Quran terjemahan bahasa Ibrani berbunyi sbb: be-shem Elohim ha-rachaman we ha-rachum, Kuf-Hey-Yod-'Ayin-Tzade. Ezchor le-hesedi Eloheikha el ZacharYAH masarto

בשם אלוהים הרחמן)

, (אזכור לחסדי אלוהיך
אל זכריה משרתו).

Nama ZakariYa (زَكَرِيَّا) tidak dapat dicari akar kata-nya dan sekaligus maknanya dalam bahasa Arab. Bila dipaksakan dan ditelusuri dari akar kata kosakata bahasa Arab zakara (Zain-kaf-Ra'), tentu maknanya sangat negatif. Namun bila ditelusuri dari bahasa Ibrani, ternyata nama زَكَرِيَّا (ZakariYA) merupakan Arab-isasi dari זכריה (ZecharYAH) yang akar kata-nya Zechara (Zayin-Kuf-Resh) yang bermakna ‘mengingat', sebanding dng kata dzikru (ذِكْرُ) dan ezchor (אזכור) yg bermakna 'ingat'. Jadi, nama زَكَرِيَّا (ZakariYA) dlm bhs. Arab berasal dari bhs. Ibrani זכריה (ZecharYAH), dan nama זכריה (ZecharYAH) dibentuk dari dua kata: zechara + YAH, dan istilah YAH itu sendiri potongan dari kata Yahweh, sebanding dengan ungkapan halelu-YAH (halelu + Yahweh). Jadi, teks Qur'an mengakui nama Yahweh tetap abadi dalam nama زَكَرِيَّا (ZakariYA). Mohammed Marmaduke Pickthal, seorang Jewish Muslim (Messianic Islam) yang berasal dari Inggris telah membuat terjemahan Quran dalam bahasa English dengan judul 'The Meaning of the Glorious Koran' (New York: Mentor Books, 1960), hlm. 221. Ketika menerjemahkan QS. Maryam 19:2, dia menerjemahkan sbb: A mention of the mercy of thy Lord unto His servant Zachariah. Perhatikan nama Zachariah dlm terjemahnnya itu! Ternyata beliau mengidentifikasi nama ZakariYa versi terjemahan Inggris-nya justru mengikuti tradisi bacaan Ibrani, yakni ZecharYAH. Ini berarti, Mohammed Marmaduke Pickthal mengakui bahwa nama ZakariYa dalam Quran sebagai bentuk Arab-isasi dari nama Ibrani. Begitu juga M.A.S. Abdel yang menulis terjemahan Quran dalam bahasa Inggris berjudul 'The Qur'an: English Translation with Parallel Arabic Text (London: Oxford University Press, 2010), hlm. 306 memiliki pandangan yang sama dengan M.M. Pickthal, seorang Jewish Muslim. Ketika menerjemahkan QS. Maryam 19:2, M.A.S. Abdel Haleem menerjemahkan sbb: 'This is an account of your Lord's grace towards His servant, Zachariah. Perhatikanlah dengan seksama, nama ZakariYA versi Quran dalam terjemahan Inggris-nya Zachariah ternyata disesuaikan dengan nama Ibrani-nya, yakni ZecharYAH. Terjemahan M.A.S. Abdel Haleem justru direkomendasi oleh lembaga pendidikan otoritatif Islam Sunni di Cairo, Mesir. Pada halaman cover buku beliau tertulis demikian: 'Professor Haleem's translation is approved by Al-Azhar in Cairo, the world's leading authority on the Quranic, Islamic and Arabic studies. Jelaslah bahwa nama Zachariah versi Inggris tersebut merupakan bukti bahwa asal-usul nama sang nabi bersal dari bahasa Ibrani, ZecharYAH, dan asal-usulnya bukan dari bahasa Arab, ZakariYA. Dr. Ali Quli Qara'i, seorang Muslim Syiah yang berdomisili di Inggris juga telah membuat terjemahan Quran dalam bahasa English dengan judul 'The Quran with a Phrase by Phrase', 2nd edition (London: ICAS Press, 2004), hlm. 423. Pada cover karyanya tertulis demikian: 'This edition, from the Islamic College for Advanced Studies (ICAS), does just this. Expertly translated and prepared, this edition of the Qur'an also makes extensive use of classical commentaries from both Sunni dan Shi'i sources for broader-based understanding. Ketika menerjemahkan QS Maryam 19:2, dia menerjemahkannya sbb: 'This is an account of your Lord's mercy on His servant Zechariah. Perhatikan nama Zechariah dlm terjemah Inggris-nnya itu! Bila Mohammed Marmaduke Pickthal, seorang Jewish Muslim (Muslim Yahudi) dan M.A.S Abdel Haleem, seorang Muslim Sunni dalam terjemahan Quran versi Inggris-nya masing-masing dengan menggunakan nama Zachariah, yang mengindikasikan bahwa nama Zachariah memang asal usulnya diadopsi dari bahasa Ibrani, justru Ali Quli Qara'i lebih jelas lagi pendapatnya. Ali Quli Qara'i tidak menyebut dengan sebutan Zachariah (dengan vokal 'a' [Zachar]), tetapi Zechariah (dengan vokal 'e' [Zechar]). Jadi, bila Mohammed Marmaduke Pickthal dan M.A.S. Abdel Haleem lebih menyesuaikan style bahasa Inggris, sedangkan Ali Quli Qara'i lebih menyesuaikan style bahasa Ibrani. Ini menandaskan bahwa pandangan linguistik seorang Muslim Syiah lebih akademik riset-nya, dan ia pun mengakui bahwa nama ZakariYa dalam pewahyuan versi Arab Quran tersebut memang merupakan Arabi-sasi dari nama Ibrani ZecharYAH. Coba bandingkan nama זכריה (ZecharYAH) dalam bahasa Ibrani dengan Zechariah, terjemahan Quran bahasa Inggris versi Ali Qli Qara'i. Ini sungguh luar biasa. Ternyata beliau mengidentifikasi nama ZakariYa versi terjemahan Inggris-nya justru mengikuti tradisi bacaan Ibrani, yakni ZecharYAH. Dengan demikian, secara akademik, pandangan Muslim Yahudi (the Jewish Muslim), pandangan Muslim Sunni (the Sunnite Muslim) dan pandangan Muslim Syiah (Shiite Muslim) justru ada titik temu, dan tidak ada perselisihan, dan mereka sama-sama berpandangan bahwa nama ZakariYa dalam bahasa Arab memang asal-usulnya dari bahasa Ibrani, ZecharYAH yang dalam bahasa Inggris dapat dilacak morfologis Ibrani-nya, yakni Zechariah atau Zachariah. Saya belum tahu bagaimana pandangan Muslim Wahabi (the Wahabite Muslim) mengenai hal ini. Bila Saudara-saudara-ku dari kalangan Muslim Wahabi (Salafi) meragukan keberadaan karya Ali Quli Qara'i yang diterbitkan oleh ICAS, London, dan melihat karyanya secara langsung yang terbit 2004, silakan Saudara dapat bertandang ke kampus ICAS Jakarta. Anda bisa berdiskusi mengenai karya Dr. Ali Quli Qara'i dengan para akademisi Muslim Syi'ah di kampus tersebut. QS. Maryam [19]:4 قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُن بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا merupakan doa Nabi ZakariYA. Apakah mungkin beliau berdoa dalam bahasa Arab? Padahal beliau sezaman dan bertemu dengan Maryam, ibunda Nabi Isa? Bukankah Nabi Isa diutus kepada bani Israil dan beliau bersabda berdasarkan wahyu kepada bani Israil juga sesuai QS. al-Shaff [61]:6? وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُم مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِن بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ ۖ فَلَمَّا جَاءَهُم بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَٰذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ. Apakah mungkin Isa berbicara kepada kaumnya dengan menggunakan bahasa Arab? Pasti tidak! Bila Isa tidak berbicara kepada bani Israil dengan bhs Arab, dan Nabi ZakariYA juga tidak berdoa kepada ALLAH dengan bahasa Arab, berarti apakah mungkin nama ZakariYA berasal dari bhs. Arab? Pasti juga tidak! Itu berarti nama ZakariYa asal usulnya dari bahasa Ibrani, dan nama beliau adalah nama Ibrani, זכריה (ZecharYAH), yang dalam style bahasa Inggris dikenal dengan nama Zechariah/ Zachariah. Qur'an yang diwahyukan dalam bahasa Arab memang tak pernah tertulis nama Tuhan dengan istilah YAHWEH/ ELOHIM, karena istilah ini berbahasa Ibrani, tetapi tertulis kata ALLAH, istilah ini berbahasa Arab. Dalam teks Quran, orang Arab Quraish penyembah berhala pun menyebut nama ALLAH, tapi konsep mengenai ALLAH versi mereka sebagai rais al-alihah (the cheif of gods), bukan sebagai Ilah satu-satunya, dan ingat teks Quran juga menyatakan bahwa wa li kulli qaumin al-Had (setiap qaum ada yang bertindak sebagai al-Had), para mufassir salafus-shalih menyatakan bahwa al-Had merujuk kepada para nabi, dan nast ayat Qur'an juga menyatakan Qur'anan 'Arabiyyan (Qur'an berbahasa Arab), dan ayat yang lain juga dinyatakan bi lisani quamih (dengan bahasa kaumnya). Pertanyaannya: apakah bahasa qaum di muka bumi itu sama? Apakah setiap nabi yang diutus kepada qaum-nya itu menggunakan bahasa yang sama? Apakah setiap qaum yang di tengah-tengah mereka diutus seorang nabi itu menggunakan bahasa di luar qaum-nya? Bila kita menyatakan bahwa semua nabi sejak Adam, Idris, Nuh, Ibrahim, Ishaq, Ya'kub, Yusuf, Musa, Daud, Sulaiman dan Isa, mereka semua pasti berbahasa Arab , itu berarti kita tidak benar-benar paham Qur'an. QS. al-Shaff [61]:1 Isa Al-Masih menyeru qaum bani Israil. Apa mungkin Nabi Isa dan bani Israil berbangsa Arab dan bicara dalam bahasa Arab? Elohim ha-Gadol (Allahu Akbar).

ISLAM MESSIANIC

The Quran in Hebrew
ולא שלחנו לך, אבל כמו רחמים על כל הברואים

We lo shelahnu lekha ebel kamo rachamim 'al kol ha-baroim
(Dan tiadalah Kami mengutus Engkau melainkan sebagai rahmat bagi alam semesta)

Shalom ‘aleykhem. Yahweh Elohim hattor berazekhem be kol yom, we rachman min ha-Elohim ‘al ha-mu’minim be Mashiah akherim. Shalom 'ala Nevi ha-Gadol, Muhammadim, or ha-'olam. Dalam Injil Barnabas, Injil yang tidak dimasukkan dalam kanon Perjanjian Baru, secara tegas dikatakan bahwa Muhammad sebagai Mashiah. Menurut ajaran agama Yahudi, Mesias itu ada dua orang, bukan satu orang, sebagaimana klaim agama Kristen. Mesias yang pertama dari keturunan Nabi Ishaq, dan Mesias kedua dari keturunan Nabi Ismail. Banyak rabi-rabi Yahudi dan orang-orang keturunan Yahudi bertobat dan percaya kepada kerasulan Nabi Muhammad SAW sebagai Mesiah yang dijanjikan, dan mereka berhimpun dalam satu-satunya organisasi terbesar di dunia yang bernama the Messianic Islam, the Jews for ALLAH, yang dipimpin oleh mantan rabi-rabi Yahudi tersebut. Jadi, semua keturunan Yahudi yang memeluk Islam dan percaya akan kenabian Nabi Muhammad SAW, maka mereka disebut Messianic Islam (Islam Messianik). Ini yang tidak dipahami oleh kaum Muslim Wahabi (Salafi) yang sangat Arab-sentris yang tidak menghendaki ajaran Islam dipeluk oleh orang-orang Yahudi atau pun keturunan Yahudi. Jadi, menurut mereka, seorang keturunan Yahudi yang menjadi Muslim selalu dianggap inferior dan patut diwaspadai, bahkan tidak dianggap kaffah keislamannya sebelum mereka meninggalkan budaya Ibrani-nya dan menggantinya dengan budaya Arab. Bukankah ini sebuah bentuk chauvinisme gaya baru? Secara nalar, ini sangat aneh dan tidak masuk akal. Islam itu rahmatan lil-'alamin.

Kaum Islam Messianik berbudaya Yahudi itu betul, tapi sebatas budaya, dan punya Quran terjemahan Ibrani, seperti kaum Muslim Jawa yang berbudaya Jawa, dan punya Quran terjemahan Jawa. Belilah Qur'an terjemahan Inggris karya seorang Islam Messianik (the Jewish Muslim), Mohammed Marmaduke Pickthal 'The Glorious Quran: Text and Explanatory Translation (New York: Tashrike Tarsile Quran, Inc., 1992) atau Yosef Yo'el Rivlin 'al-Qur'an Tirgem Ivrit (Tel Aviv, Israel: Devir Publishing House, 1945). Kita dipersatukan dalam satu bahasa suci, bahasa Arab Quran, bukan bahasa Arab an sich. Bahasa Arab itu sendiri tidak sakral, tapi bahasa Arab yang ada dalam teks Quran itu yang sakral. Jadi, yang sakral dan suci itu teks Quran yang diwahyukan, bukan bahasa Arab-nya yang suci.

Bahasa Arab yang termaktub di dalam Quran itu menjadi suci justru karena sakralitas Quran, dan bukan sebaliknya, yakni Quran itu menjadi suci dan sakral karena sakralitas bahasa Arab. Kaum Muslim Salafi (Wahabi) justru tidak bisa membedakan sakralitas Quran dan sakralitas bahasa Arab. Ini kesalahan berfikir yang sangat fatal dan mereka telah terjerembab dalam ideologi chauvinisme yang berbalut doktrin agama. Kaum Muslim Wahabi (Salafi) sering kali menyamakan antara bahasa Arab secara umum dengan bahasa Arab Quran. Bahasa Arab Quran itu bahasa Arab dialek Quraish yang dipilih Allah sebagai bahasa wahyu-Nya. Namun, dalam konteks ini, bukan bahasa Arab dialek Quraish an sich yang sakral, tetapi teks Quran yang terkorpus dalam bahasa Arab dialek Quraish itu yang suci dan sakral. Dengan demikian, bahasa Arab dialek Quraish itu  profan, sedangkan teks Quran yang berbahasa Arab dialek Quraish itu yang justru bernilai sakral.

Bahasa Arab yang ada sekarang ini, dialek-dialeknya banyak sekali, termasuk bahasa Arab Mesir, Arab Lebanon, Arab Yaman, Arab Yordan, bahasa Arab Palestina dll, yang saat ini para ahli linguistic bahasa Arab menyebutnya sebagai al-Lughah al-'Arabiyyah 'Ammiyah. Jadi, bagaimana mungkin bahasa Arab yang ada dalam berbagai dileknya itu dianggap sakral? Begitu pula bahasa Arab Fusha juga tidak bisa disebut sebagai bahasa suci (sakral), sebab tidak ada hubungannya sama sekali dengan bahasa pewahyuan. Dalam shalat - apapun asal usul kita (Arab, Jawa, Sunda, Afrika, India, Inggris, Jerman, termasuk bangsa Yahudi/ Ibrani) semuanya shalat dalam bahasa Arab. Namun, doa di luar shalat diperkenankan dalam bahasa masing-masing, termasuk bahasa Ibrani. Berdizikir pun dengan bahasa Arab, termasuk komunitas Yahudi yang Muslim (Islam Messianik), karena bahasa dzikir adalah bahasa magis. Komunitas Muslim Yahudi (Islam Messianik) ketika shalat tidak menggunakan nama Yahweh, tetapi nama Allah. Namun, di luar shalat diperkenankan menggunakan nama Yahweh atau Elohim. Mengapa demikian? Karena Dia Yang Esa memperkenalkan nama-Nya dalam bahasa Arab - ALLAH. Dan sebelumnya, kepada nabi-nabi bani Israel - Dia itu dikenal nama-Nya dalam bahasa Ibrani – Yahweh/ El. Makanya, dalam terjemahan Quran bahasa Ibrani - yang muncul adalah nama Yehwah Elohim, bukan nama Allah. Jadi, nama Tuhan dalam bahasa Arab itu ALLAH, dan nama Tuhan dalam bahasa Ibrani itu Yahweh/ Elohim.

Para nabi itu mengajarkan Tauhid, dengan sebutan nama Tuhan yang berbeda-beda sesuai asal kaumnya – karena wahyu apapun yang diturunkan ke bumi pasti mengikuti bahasa kaum-nya, dan nabi-nabi diutus dari kalangan mereka sendiri, termasuk Nabi ZakariYA yang diutus kepada bani Israel. Bahkan, nama Nabi ZakariYA pun sebenarnya Arab-isasi dari nama Ibrani beliau, yakni ZecharYAH, yang dalam bahasa Inggris tertulis Zechariah. Info lengkap, bacalah artikel saya tentang 'Nama Yahweh Ada dalam Quran.' Orang-orang Kristen Injili (Kristen Fundamentalis) di Indonesia menolak penggunaan nama ALLAH dalam Alkitab/Bible terjemahan Indonesia, karena mereka menganggap bahwa nama ALLAH itu Tuhannya umat Islam, bukan Tuhannya umat Yahudi dan Kristen. Begitu juga, umat Islam Salafi Wahabi (Islam Fundamentalis) juga menolak nama Yahweh dalam Quran terjemahan Ibrani, karena mereka menganggap bahwa YAHWEH itu bukan ALLAH, dan ALLAH bukan YAHWEH. Jadi, Kristen Injili sangat anti-Arab dan anti-Islam, tetapi justru sangat Ibrani maniak, sedangkan Islam Salafi Wahabi (Islam Fundamentalis) juga sangat anti-Ibrani dan dan anti-Yahudi, tetapi justru sangat Arab maniak. Cara berfikir yang tidak cerdas dari kedua kelompok fundamentalis ini memang berada pada dua kutub ekstrim yang saling berhadap-hadapan, bagaikan air dan minyak, tidak bisa dipertemukan. Padahal orang-orang Kristen Arab juga menggunakan nama ALLAH, bukan nama YAHWEH. Anda bisa membaca Bible berbahasa Arab, Alkitab al-Muqaddas: Ay al-'Ahd al-Qadim wa 'Ahd al-Jadid (Beirut: Lebanon: Dar al-Kitab al-Muqaddas fi al-Shariq al-Awsath, 1993). Dalam Bible terjemahan bahasa Arab ini, Anda tidak akan menemukan satu pun nama YAHWEH, tetapi justru nama ALLAH. Sebaliknya, orang-orang Islam Messianik (the Jewish Muslim) di Amerika, Australia, Eropa dan Israel justru menggunakan nama YAHWEH dalam Quran terjemahan Ibrani-nya, dan tidak menggunakan nama ALLAH. Yang aneh justru umat Kristen di Indonesia yang sangat alergi menggunakan nama ALLAH. Nampaknya, mereka ini lebih Yahudi dari pada orang Yahudi itu sendiri.

Kita ternyata dihadapkan oleh kelompok fundamentalis Kristen dan fundamentalis Islam yang sama-sama tidak intelektual dan sangat literal. Saya sedih dengan kejadian bom yang sering terjadi, entah diakibatkan karena alasan politis atau pun teologis. Apapun spekulasinya, di Indonesia saat ini, terutama di gereja-gereja non-Katolik dan Ortodoks, banyak dikhotbahkan dan sosialisasi penggunaan nama Yahweh serta menolak dan menihilkan nama ALLAH karena nama ALLAH dianggap sebagai nama dewa bulan.

Pencitraan ideologis dan literalis  ini juga mengesankan anti-Islam dan anti-Arab. Bila pewacanaan ini semakin diintensifkan di gereja-gereja, maka anggota-anggota gereja yang sebagian besar sangat awam, mereka pasti akan mencitrakan umat Islam dan bangsa Arab sebagai untermensch (manusia rendahan), dan sebaliknya, mereka menganggap bahwa bangsa Yahudi sebagai bangsa ubermensch (manusia unggul). Begitu juga sebaliknya, di masjid-masjid non-Sunni dan non-Syiah, yang dikelola oleh kaum Muslim Wahabi (Salafi), ternyata banyak juga disosialisasikan anti terhadap penggunaan nama YAHWEH yang diidentikkan sebagai nama dewa padang gurun Sinai, dewa sesembahan orang Yahudi dan Kristen. Pencitraan ideologis dan literalis yang digagas kaum Wahabi ini juga mengesankan anti-Yahudi dan anti-Ibrani. Bila pewacanaan ini semakin diintensifkan di majlis-majlis kaum Salafi (Wahabi), maka mereka pasti akan mencitrakan orang-orang Yahudi dan bangsa Ibrani sebagai untermensch (manusia rendahan), dan sebalinya, mereka menganggap bahwa bangsa Arab sebagai ubermensch (manusia unggul). Bila hal ini terjadi, sebenarnya kita sama-sama mengusung ideologi anti-Semitisme. Bila zaman Hitler, anti-Semitisme ditujukan kepada orang-orang Yahudi, sedangkan hari ini, anti-Semitisme ditujukan kepada orang-orang Arab. Bukankah bangsa Arab dan bangsa Yahudi adalah rumpun bangsa Semit? Bukankah bahasa Ibrani dan bahasa Arab itu disebut sebagai bahasa-bahasa Semitik?

Berdasarkan penelitian historis dan arkheologis, ALLAH bukanlah nama dewa bulan, tapi Tuhan yang menciptakan bulan. Berdasarkan bukti-bukti arkheologis pula, penyalahgunaan nama ALLAH yang disandingkan dengan dewi al-Latta masa pra-Islam juga terjadi di Sinai, dimana nama YAHWEH juga disandingkan dengan dewi Asyera. Bahkan, asal usul nama El-Shaddai dalam bahasa Ibrani, sebagai salah satu nama YAHWEH juga merupakan nama dewa gunung di padang belantara Arabia.

Provokasi nama Tuhan Yahweh yang tidak sama dengan nama Tuhan Allah yang selalu didengung-dengungkan oleh pihak fundamentalis Kristen dan fundamentalis Islam inilah yang menyebabkan kerusuhan agama di Indonesia yang tak pernah berujung, karena pemahaman mereka terhadap teks kitab suci sangat literal. Ingatlah, saat ini banyak artikel yang beredar di internet yang menginformasikan bahwa ajaran Islam itu menyembah Tuhan yg berbeda sama sekali dengan Tuhan-nya Abraham, bapa leluhur kaum Yahudi dan Arab, dan mereka juga berusaha mati-matian untuk memisahkan Islam dari warisan tradisi iman Abraham, akar Tauhid (monotheisme) ajaran Abraham. Namun anehnya, semua artikel tersebut ternyata adalah bikinan orang-orang Kristen fundamentalis (Kristen Injili) yangg seolah2 hanya merekalah yang berhak menentukan mana ajaran asli Avraham dan mana ajaran Avraham yang dipalsukan. Ajaran Islam sangat percaya dengan ayat Qul huwa ALLAHu achad (Katakanlah: Dia ALLAH itu Esa) dan ajaran agama Yahudi juga sangat percaya dengan ayat Shema' Yisrael: YAHWEH Eloheinu YAHWEH echad (Dengarlah wahai Israel: YAHWEH Ilah kita YAHWEH itu Esa). Bila teks Taurat dalam bahasa Ibrani ini diterjemahkan ke dalam bahasa Arab berbunyi demikian: Isma'u ya Israil, ALLAH Ilahuna ALLAHu achad. Jadi, ALLAH dalam bahasa Arab itu esa, dan YAHWEH dalam bahasa Ibrani itu juga esa. Bukankah kiblat kaum Muslimin yang pertama itu menghadap ke Bayt Elohim di Yerusalem? Bukankah kiblat kaum Yahudi itu menghadap ke Beyt Elohim di Yerusalem juga? Bukankah tembok ratapan itu bagian dari bangunan Bayt Elohim? Bukankah kiblat kaum Muslim yang kedua itu kemudian menghadap ke arah Bayt Allah di Makkah? Bukankah masjid Qiblatayn di kota suci Madinah justru menjadi saksi atas perubahan arah kiblat dari kiblat Beyt Elohim di kota Yerusalem menuju kiblat Beyt Allah di kota Mekkah? Jadi, bila umat penganut agama Yahudi dan umat penganut agama Islam sama-sama menghadap ke arah kiblat di Beyt Elohim di kota Yerusalem apakah ini justru membuktikan bahwa Tuhan yang dimaksud dalam agama Yahudi dan Tuhan yang dimaksud dalam agama Islam itu berbeda? Tentu saja tidak! Justru umat Kristen-lah yang berbeda dengan umat Yahudi dan umat Islam, karena umat Kristiani menyembah Yesus, bukan menyembah ALLAH atau menyembah YAHWEH. Justru dogma trinitas yang ada dalam ajaran Kristen itu yang tidak sesuai dengan ajaran Islam maupun ajaran Yahudi karena meyakini bahwa Tuhan itu Trinitas. Bila kita berpandangan bahwa entitas Yahudi dan entitas Islam itu tidak bisa dipersatukan hanya karena persoalan nama Tuhan Yahweh atau Allah, itu membuktikan ketidakcerdasan kita. Justru inilah saatnya kaum Muslim keturunan Yahudi (the Jewish Muslim) yang berhimpun dalam organisasi the Jews for ALLAH menghunjukkan giginya di hadapan kaum Muslim fundamentalis dan sekaligus kaum Kristen fundamentalis.

Perhatikan video yang alamatnya saya cantumkan di bawah ini. Jelaslah sudah bahwa kaum Yahudi yang menjadi Muslim dalam video ini kontras banget dengan pernyataan kaum Kristen Injili itu. Bagi the Jewish Muslim (Muslim Messianik), menjadi Muslim tidak harus mengubah budaya mereka menjadi budaya Arab, tetapi merek tetap dapat mengekpresikan diri mereka dalam budaya Yahudi/ Ibrani. Lihatlah video ini baik-baik! Inilah faktanya bahwa the Jewish Muslim (Muslim Messianik) bisa bersama-sama dengan saudara-saudara mereka dari kalangan Muslim non-Jewish. http://www.youtube.com/watch?v=k-2Z3ANDxqg.

Sekali lagi, ketahuilah bahwa Qur'an memang diturunkan dalam bahasa Arab, karena Nabi terakhir Muhammad SAW itu seorang nabi yang berbahasa Arab. Kitab suci kita menyebutkan 'Qur'anan 'Arabiyyan' (Quran berbahasa Arab). Namun, apakah kitab-kitab suci yang disebutkan di dalam Quran, yakni Injil untuk Nabi Isa, Zabur untuk Nabi Daud, dan Taurat untuk Nabi Musa - apakah kitab2 yang diturunkan oleh Tuhan itu diturunkan atau diwahyukan dalam bahasa Arab? Jika Anda mengatakan ya, berarti kitab Zabur, Injil dan Taurat diturunkan dalam bahasa Arab, yang tidak dipahami oleh kaum-nya. Bila Anda mengatakan memang benar bahwa semua kitab itu diturunkan dalam bahasa Arab, maka benarkah bahasa Arab dapat dipahami oleh bani Israel meskipun Taurat diturunkan dalam bahasa Arab? Bukankah Taurat diturunkan untuk bangsa Israel, yang bukan bangsa Arab? Cobalah berpikir cerdas. Yehwah Elohim ha-Gadol. Berkhot ha-syemayim ‘ala Avraham av ha-neviem ve Nevi ha-Gadol, Muhammadim ‘aleiv ha-shalom.

Rabu, 11 Januari 2012

Kisah Adam menurut Alkitab dan Al Qur’an

karena banyaknya kesamaan apa yang ada didalam al-qur’an dengan apa yang ada didalam alkitab maka para Misionaris membuat tuduhan kalau Al-Qur’an adalah jiplakan dari alkitab. benarkah demikian?
maka dalam hal ini penulis memberi sebuah contoh pada sebuah kisah tokoh yang sama,yaitu Adam.
apakah alqur’an sebagai jiplakan atau membenarkan (koreksi) terhadap apa yang ada didalam alkitab
tentang kisah Adam didalam alkitab maka kita bisa memperhatikan di Kejadian Kejadian 2:7- kejadian 3:24
2.2:7 Kemudian TUHAN Allah mengambil sedikit tanah, membentuknya menjadi seorang manusia, lalu menghembuskan napas yang memberi hidup ke dalam lubang hidungnya; maka hiduplah manusia itu.
2:8 Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur, dan ditempatkan-Nya di situ manusia yang sudah dibentuk-Nya itu.
2:9 TUHAN Allah menumbuhkan segala macam pohon yang indah, yang menghasilkan buah-buahan yang baik. Di tengah-tengah taman tumbuhlah pohon yang memberi hidup, dan pohon yang memberi pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
2:10 Sebuah sungai mengalir dari Eden, membasahi taman itu; dan di luar Eden sungai itu terbagi menjadi empat cabang.
2:11 Yang pertama bernama Pison; sungai itu mengalir mengelilingi tanah Hawila.
2:12 Di situ terdapat emas murni dan juga wangi-wangian yang sulit diperoleh, serta batu-batu permata.
2:13 Sungai yang kedua bernama Gihon; airnya mengalir mengelilingi tanah Kus.
2:14 Sungai yang ketiga bernama Tigris dan mengalir di sebelah timur Asyur. Sungai yang keempat bernama Efrat.
2:15 Kemudian TUHAN Allah menempatkan manusia itu di taman Eden untuk mengerjakan dan memelihara taman itu.
2:16 TUHAN berkata kepada manusia itu, “Engkau boleh makan buah-buahan dari semua pohon di taman ini,
2:17 kecuali dari pohon yang memberi pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Buahnya tidak boleh engkau makan; jika engkau memakannya, engkau pasti akan mati pada hari itu juga.”
2:18 Lalu TUHAN Allah berkata, “Tidak baik manusia hidup sendirian. Aku akan membuat teman yang cocok untuk membantunya.”
2:19 Maka Ia mengambil sedikit tanah dan membentuk segala macam binatang darat dan binatang udara. Semuanya dibawa Allah kepada manusia itu untuk melihat nama apa yang akan diberikannya kepada binatang-binatang itu. Itulah asal mulanya binatang di darat dan di udara mendapat namanya masing-masing.
2:20 Demikianlah manusia itu memberi nama kepada semua binatang di darat dan di udara. Tetapi tidak satu pun di antaranya bisa menjadi teman yang cocok untuk membantunya.
2:21 Lalu TUHAN Allah membuat manusia tidur nyenyak, dan selagi ia tidur, TUHAN Allah mengeluarkan salah satu rusuk dari tubuh manusia itu, lalu menutup bekasnya dengan daging.
2:22 Dari rusuk itu TUHAN membentuk seorang perempuan, lalu membawanya kepada manusia itu.
2:23 Maka berkatalah manusia itu, “Ini dia, orang yang sama dengan aku–tulang dari tulangku, dan daging dari dagingku. Kunamakan dia perempuan, karena ia diambil dari laki-laki.”
2:24 Itulah sebabnya orang laki-laki meninggalkan ayah dan ibunya, dan bersatu dengan istrinya, lalu keduanya menjadi satu.
2:25 Laki-laki dan perempuan itu telanjang, tetapi mereka tidak merasa malu.
3:1 Ular adalah binatang yang paling licik dari segala binatang yang dibuat oleh TUHAN Allah. Ular itu bertanya kepada perempuan itu, “Apakah Allah benar-benar melarang kalian makan buah-buahan dari segala pohon di taman ini?”
3:2 “Kami boleh makan buah-buahan dari setiap pohon di dalam taman ini,” jawab perempuan itu,
3:3 “kecuali dari pohon yang ada di tengah-tengah taman. Allah melarang kami makan buah dari pohon itu ataupun menyentuhnya; jika kami melakukannya, kami akan mati.”
3:4 Ular itu menjawab, “Itu tidak benar; kalian tidak akan mati.
3:5 Allah mengatakan itu karena dia tahu jika kalian makan buah itu, pikiran kalian akan terbuka; kalian akan menjadi seperti Allah dan mengetahui apa yang baik dan apa yang jahat.”
3:6 Perempuan itu melihat bahwa pohon itu indah, dan buahnya nampaknya enak untuk dimakan. Dan ia berpikir alangkah baiknya jika dia menjadi arif. Sebab itu ia memetik buah pohon itu, lalu memakannya, dan memberi juga kepada suaminya, dan suaminya pun memakannya.
3:7 Segera sesudah makan buah itu, pikiran mereka terbuka dan mereka sadar bahwa mereka telanjang. Sebab itu mereka menutupi tubuh mereka dengan daun ara yang mereka rangkaikan.
3:8 Petang itu mereka mendengar TUHAN Allah berjalan di dalam taman, lalu mereka berdua bersembunyi di antara pohon-pohon supaya tidak dilihat oleh TUHAN.
3:9 Tetapi TUHAN Allah berseru kepada laki-laki itu, “Di manakah engkau?”3:10 Laki-laki itu menjawab, “Saya mendengar Engkau di taman; saya takut, jadi saya bersembunyi karena telanjang.”
3:11 “Siapa yang mengatakan kepadamu bahwa engkau telanjang?” Allah bertanya. “Apakah engkau makan buah yang Kularang engkau makan itu?”
3:12 Laki-laki itu menjawab, “Perempuan yang Engkau berikan untuk menemani saya, telah memberi buah itu kepada saya, lalu saya memakannya.”
3:13 TUHAN Allah bertanya kepada perempuan itu, “Mengapa kaulakukan itu?” Jawabnya, “Saya ditipu ular, sehingga saya makan buah itu.”
3:14 Sesudah itu TUHAN Allah berkata kepada ular itu, “Engkau akan dihukum karena perbuatanmu itu; dari segala binatang hanya engkau saja yang harus menanggung kutukan ini: Mulai sekarang engkau akan menjalar dengan perutmu, dan makan debu seumur hidupmu.
3:15 Engkau dan perempuan itu akan saling membenci, keturunannya dan keturunanmu akan selalu bermusuhan. Keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan menggigit tumit mereka.”
3:16 Lalu kata TUHAN kepada perempuan itu, “Aku akan menambah kesakitanmu selagi engkau hamil dan pada waktu engkau melahirkan. Tetapi meskipun demikian, engkau masih tetap berahi kepada suamimu, namun engkau akan tunduk kepadanya.”
3:17 Lalu kata TUHAN kepada laki-laki itu, “Engkau mendengarkan kata-kata istrimu lalu makan buah yang telah Kularang engkau makan. Karena perbuatanmu itu, terkutuklah tanah. Engkau harus bekerja keras seumur hidupmu agar tanah ini bisa menghasilkan cukup makanan bagimu.
3:18 Semak dan duri akan dihasilkan tanah ini bagimu, dan tumbuh-tumbuhan liar akan menjadi makananmu.
3:19 Engkau akan bekerja dengan susah payah dan berkeringat untuk membuat tanah ini menghasilkan sesuatu, sampai engkau kembali kepada tanah, sebab dari tanahlah engkau dibentuk. Engkau dijadikan dari tanah, dan akan kembali ke tanah.”
3:20 Adam menamakan istrinya Hawa, karena perempuan itu menjadi ibu seluruh umat manusia.
3:21 Maka TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk Adam dan istrinya, lalu mengenakan-Nya kepada mereka.
3:22 TUHAN Allah berkata, “Sekarang manusia telah menjadi seperti Kita dan mempunyai pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Jadi perlu dicegah dia makan buah pohon yang memberi hidup, supaya dia jangan hidup untuk selama-lamanya.”
3:23 Maka TUHAN Allah mengusir manusia dari taman Eden dan menyuruhnya mengusahakan tanah yang menjadi asalnya itu.
3:24 Kemudian, di sebelah timur taman itu di depan pintu masuk, TUHAN Allah menempatkan kerub-kerub, dan sebilah pedang berapi yang berputar ke segala arah, untuk menjaga jalan ke pohon yang memberi hidup itu. Dengan demikian tak seorang pun dapat masuk dan mendekati pohon itu
dan kita bandingkan dengan kisah Adam di dalam al-Qur’an,
Qs al Baqarah 30-38
[30] Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. [31] Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!”
[32] Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
[33] Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”
[34] Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan yang kafir.
[35] Dan Kami berfirman: “Hai Adam diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang lalim.
[36] Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”.
[37] Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.
[37] Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.
[38] Kami berfirman: “Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.
dengan membandingkan keduanya maka kita akan lihat, ada beberapa persamaan 1. tokoh yang diceritakan,yaitu Adam.sebagai manusia yang pertama diciptakan
2. diberinya kebebasan makan apa saja kecuali hanya satu jenis yang dilarang
3. tipu daya kepada adam agar melanggar perintah dari Allah(makan buah khuldi)
4. pelanggaran yang dilakukan adam.
5. diusirnya adam dari tempat tersebut!
apakah karena kesamaan-kesamaan ini bisa menjadi pembenar kalau Al-Qur’an menjiplak alkitab?
sebaiknya para penuduh tersebut jangan hanya melihat persamaanya tetapi harus mencermati perbedaan-perbedaan kedua kisah tersebut
1. tempat terjadinya peristiwa tersebut!
kalau kita perhatikan secara kronologis(ayat-ayat sebelumnya) kisah didalam alkitab. kisah tersebut terjadi di bumi
2. apa yang terjadi sekarang, adalah akibat perbuatan adam dan hawa=karena kena “kutuk” :
a. seorang wanita melahirkan dengan rasa sakit tapi masih birahi juga pada suaminya
3:16 Lalu kata TUHAN kepada perempuan itu, “Aku akan menambah kesakitanmu selagi engkau hamil dan pada waktu engkau melahirkan. Tetapi meskipun demikian, engkau masih tetap berahi kepada suamimu, namun engkau akan tunduk kepadanya.”
b. harus repot-repot/bersusah payah sampai mengeluarkan keringat(buat melangsungkan kehidupan sehari-hari)kejadian
3:17 Lalu kata TUHAN kepada laki-laki itu, “Engkau mendengarkan kata-kata istrimu lalu makan buah yang telah Kularang engkau makan. Karena perbuatanmu itu, terkutuklah tanah. Engkau harus bekerja keras seumur hidupmu agar tanah ini bisa menghasilkan cukup makanan bagimu.kejadian
3:19 Engkau akan bekerja dengan susah payah dan berkeringat untuk membuat tanah ini menghasilkan sesuatu, sampai engkau kembali kepada tanah, sebab dari tanahlah engkau dibentuk. Engkau dijadikan dari tanah, dan akan kembali ke tanah.”b. mengalami kematian
3:22 TUHAN Allah berkata, “Sekarang manusia telah menjadi seperti Kita dan mempunyai pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Jadi perlu dicegah dia makan buah pohon yang memberi hidup, supaya dia jangan hidup untuk selama-lamanya.”ayat-ayat yang termasuk
no:2 inilah yang mereka pahami sebagai dosa waris=bahwa apa yang terjadi sekaran karena kutukan= sebagai akibat dari perbuatan / kesalahan Adam
persoalan “dosa waris disini” justru memunculkan banyak pertanyaan-pertanyaan
1 Apakah semua makhluk/ciptaan Tuhan juga mewarisi dosa yang dilakukan Adam??= bahwa semua makhluk/ciptaan tuhan mendapat kutukan / mengalami kematian dan berbuat kejahatan.
Kemungkinannya:
a. Kalau dijawab ya,berarti Yesus juga mendapat kutukan=mewarisi dosa Adam.
B Kalau dijawab tidak, apakah orang Kristen bisa memberi bukti bahwa ada mahkluk lain yang tidak merasakan kematian?
Kalau mereka menjawab ada.yaitu Iblis dan Malaikat.
jawaban ini lebih aneh lagi karena bukankah Adam melakukan kesalahan tersebut karena Adam dan Hawa terbujuk / tertipu oleh bujukan ular
Dengan kata lain penyebab utamanya adalah ular!!! = kenapa yang dihukum berat korban penipuan bukan pelaku penipuan??
Kenapa yang dikutuk Adam dan anak keturunannya,bukannya ular yang menjadi penyebab???
Apakah Tuhan tak mampu mengutuk Ular yang lebih berat???
kenapa hanya sekedar dikutuk berjalan dengan perutnya saja?
3:14 Sesudah itu TUHAN Allah berkata kepada ular itu, “Engkau akan dihukum karena perbuatanmu itu; dari segala binatang hanya engkau saja yang harus menanggung kutukan ini: Mulai sekarang engkau akan menjalar dengan perutmu, dan makan debu seumur hidupmu.
dan kutukan ini juga memunculkan pertanyaan baru,
apakah benar Ular makanannya debu?
Sehingga perlu membuat pertarungan dari jaman Adam hingga sekarang??
Dan manusia sebagai obyek sasaran perebutan antar keduanya??
antara kekuasaan/kekuaatan Tuhan/sang pencipta dengan kekuatan lain.
Kemudian membuat cerita /keyakinan lanjutan bahwa Tuhan menjelma sebagai manusia dan Iblispun menjelma manusia. Untuk bersaing memperebutkan pengaruhnya pada manusia lain???
Dan di akhir jaman terjadi pertempuran antara dua kelompok tersebut yaitu para pendukung Iblis dan pendukung Tuhan!!
Kalau kita perhatikan dan perbandingkan dengan keyakinan-keyakinan primitive para penyembah pagan/berhala banyak sekali pemahaman mereka sama,bahkan akan kita dapati cerita-cerita yang semakna dengan cerita kutukan dan pembebas kutukan!
Ada Dewa baik dan dewa jahat saling berebut pengaruh!
Ada dewa gelap dan dewa terang saling adu kekuatan!!
Kemudian kedua dewa tersebut menitis ke tubuh manusia sebagai perantara persaingan mereka?..
3. Dosa adam belum di ampuni=justru anak cucunya yang ikut menanggung deriata/kutukan tersebut!
ternyata yang menanggung bukan saja korban penipuan saja.. tetapi anak cucunya harus mewarisi hukuman ???
4 pohon yang dilarang dimakan buahnya adalah “pohon yang memberi pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat
5. yang melakukan penipuan /membujuk adalah Ular dari sekawanan binatang
3:1 Ular adalah binatang yang paling licik dari segala binatang yang dibuat oleh TUHAN Allah. Ular itu bertanya kepada perempuan itu, “Apakah Allah benar-benar melarang kalian makan buah-buahan dari segala pohon di taman ini?”
3:14 Sesudah itu TUHAN Allah berkata kepada ular itu, “Engkau akan dihukum karena perbuatanmu itu; dari segala binatang hanya engkau saja yang harus menanggung kutukan ini: Mulai sekarang engkau akan menjalar dengan perutmu, dan makan debu seumur hidupmu
dan orang Kristen bisa saja berapologi
tetapi soal ular tersebut dianggap sebagai simbol, Lambang ular dipilih, karena ular itu binatang jang berbahaja bagi manusia
http://sabdaweb.sabda.org/biblical/note/?b=1&c=3&v=1?e=endefn〈=indonesia&theme=clearsky
tetapi muncul pertanyaan:
apakah hanya binatang Ular yang paling berbahaya bagi manusia?
fakta yang ada banyak manusia sekarang yang memelihara ular,sebagai binatang piaraan!
bahkan tidak sekedar menjadi binatang piaraan namun juga menjadi “teman menari”
kejadian
3:15 Engkau dan perempuan itu akan saling membenci, keturunannya dan keturunanmu akan selalu bermusuhan. Keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan menggigit tumit mereka.”
bukankah para penari Ular kebanyakan adalah keturunan dari perempuan tersebut?
lagi-lagi soal ini apa yang tercatat di dalam alkitab tidak terbukti dengan apa yang terjadi di fakta lapangan.
atau juga mereka bisa berapologi dengan catatan alkitab lain
Wahyu 12:9
12:9 Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.
Wahyu 20:2
20:2 ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya,
maka menghadapi apologi semacam ini kita bisa melemparkan pertanyaan
apakah kitab wahyu penulisannya dengan kitab Kejadian tidak jauh berbeda waktunya? atau berbeda ratusan tahun??
sekarang kita lihat didalam Al Qur’an
1. kisah tersebut terjadi di Syurga
=bukan di bumi ini,jadi berdasarkan tempat kisah Al qur’an tidak sama dengan kisah di Al kitab.
[35] Dan Kami berfirman: “Hai Adam diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang lalim.
2. apa yang terjadi pada manusi sekarang,bukanlah sebuah kutukan
tetapi memang sebelumnya Allah hendak menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi ini.QS Al-baqarah
30 Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”.
3. pohon yang di larang dimakan hanya di sebut pohon ini
QS al baqarah 35………dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang lalim.
istilah pohon khuldi adalah nama yang diberikan Iblis/ syetan kepadanya!
QS thaha 120″ Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?”
4. secara jelas dan tegas,yang menipu Adam adalah Iblis/Syetan,
QS thaha 120″ Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?”
5. ada kisah pembangkangan Iblis
[34] Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan yang kafir.didalam Al kitab soal ini sama sekali tidak diceritakan!
6. kesalahan Adam sudah di ampuni
QS al baqarah
[37] Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.
7. bahwa kematian bukanlah akibat sebuah kutukan
atau karena kesalahan adam pada waktu itu,tetapi kematian adalah keharusan bagi makhuk yang bernyawa,karena setiap yang bernyawa akan mengalami kematian!
Qs 3:185 Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati…..
Qs 21:35″Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan. “
QS 29:57Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.
maka kisah pelanggaran Adam bukanlah sebuah kejadian penyebab segala kesusahan buat manusia namun kisah Adam dan kesalahan dalam melanggar perintah Allah adalah sebagai pelajaran buat Adam dan anak cucunya!
pelajaran yang sangat luar biasa,
kalau boleh di ilustrasikan maka kejadian tersebut adalah “masa training” persiapan untuk menjalani kehidupan di bumi!
bagaimana luarbiasanya tipu daya syetan dan Iblis,permusuhan anak keturunan dan syetan tidak bisa hanya terbatas pada permusuhan fisik(seperti ular dengan manusia), tetapi yang paling penting adalah menjauhkan diri dari perilaku-perilaku yang bermental seperti Iblis!
tentang kisah pembangkangan Iblis tersebut diceritakan setidaknya 6x didalam AlQur’an,demikian pentingnya kisah tersebut sehingga diulang-ulang sampai 6 x,dan sebelum kita membahas kisah pembangkangan Iblis,
sebaiknya apa sich tujuan kisah-kisah didalam Al Qur’an?
Al Qur’an 12:111
[111] Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.
jadi setiap kisah didalam Al Qur’an bukan sekedar cerita biasa atau dongeng,tetapi ada pelajaran yang penting didalamnya,orang yang mampu menangkap pelajaran tersebut adalah orang-orang yang senantiasa menggunakan akalnya dengan sebaik-baiknya(ingat perintah tentang baca)dan akallah sebuah anugerah yang sangat penting buat manusia dari Allah swt,dan karena akallah yang pembeda yang sangat penting dibanding mahkluk lainnya!sekarang coba kita perhatikan tentang kisah nabi Adam & pembangkangan Iblis dalam Al Qur’an!dari sekian kisah yang diulang-ulang,saya akan kutip satu kisah yaitupada
Qs 7:11-[11] Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”; maka mereka pun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.
[12] Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis: “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.
13] Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”.
[14] Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”.
[15] Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.”
[16] Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
[16] Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
[17] kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).
[18] Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barang siapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahanam dengan kamu semuanya”.
[19] (Dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan istrimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu
berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang lalim”.
[20] Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan setan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)”.
[21] Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua”,
[22] maka setan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”
[23] Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”.
[24] Allah berfirman: “Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan”.
[25] Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.
[26] Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.
[27] Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya `auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.
[28] Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: “Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya. Katakanlah: “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji.” Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?
[29] Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. Dan (katakanlah): “Luruskanlah muka (diri) mu di setiap salat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepada-Nya)”.
[31] Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
[32] Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?” Katakanlah: “Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.
[33] Katakanlah: “Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak atau pun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui
[34] Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.
[35] Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barang siapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
[36] Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.karena kesombongan dan membanggakan asal-usul maka membuat ia termasuk golongan yang kafir=pembangkang!artinya kisah ini mengajarkan tentang kerendahan hati dan menolak segala bentuk fanatisme!dan masihkah ada orang yang masih berfikir bahwa al Qur’an adalah jiplakan dari Al kitab hanya mengkaji satu kisah pembuka begitu berbedanya isi keduanya!semoga bermanfaat bagi orang-orang yang menggunakan hati dan akalnya sebagaimana semestinya
maka setelah memperhatikan satu contoh perbandingan kisah ini maka tuduhan bahwa Al-Qur’an menjiplak alkitab adalah tuduhan membabi buta…tuduhan bukan didasari oleh obyektifitas / fakta tetapi tuduhan di dasari oleh sikap iri dan dengki semata..maka yang muncul adalah fitnah
wassalam