@BKS hadir untuk mengungkap KEKRISTENAN yang dianggap TABU ...TINGGALKAN JEJAK ANDA DI KOLOM KOMENTAR ...terima kasih....

Selasa, 20 Desember 2011

Artefak Arkeologi Salib Ummul Jimal (Umm Al Jimal)


Ummul Jimal (Umm al Jimal) adalah sebuah kota kuno yang lama telah punah.
Kota ini berdiri pada abad ke 2 M di Arabia dalam wilayah kerajaan Nabatea yang didirikan oleh suku Arab Nabit yang merupakan keturunan Nebayot/ Nabit bin Ismail bin Ibrahim (Torat, Kejadian 25:13). Warga kota Ummul Jimal adalah umat Al Masih Arabia purba. Ini dapat dibuktikan dengan keberadaan prasasti salib purba yang ditemukan terpahat pada artefak batu kota tersebut.
Kota Ummul Jimal dihancurkan oleh pasukan pagan Romawi pada pertengahan abad ketiga. Ini berarti, pahatan salib Ummul Jimal berasal dari masa antara abad kedua (tahun 100-an Masehi) sampai pertengahan abad ke tiga (sekitar tahun 250-an Masehi).
Artefak arkeologis ini mempunyai arti yang sangat penting bagi umat Al Masih: Artefak ini adalah bukti materiil bahwa simbol salib telah digunakan oleh umat Al Masih jauh sebelum konsili Nicea. Dengan demikian, tuduhan bahwa salib adalah hasil rekayasa Kaisar Romawi melalui Konsili Nicea (325 M) adalah tuduhan yang sama sekali tidak relevan dan berlawanan dengan bukti arkeologis yang ada. Tidak ada secuil artefak arkeologis pun dari masa sebelum abad ke 3 Masehi yang mendukung pernyataan bahwa Isa Al Masih tidak disalibkan.
Bagaimanapun, artefak arkeologis ini juga merupakan bukti historis bahwa umat Al Masih Arabia pra-konsili Nicea (sebelum 325 M) juga mengakui dan mengimani bahwa Isa Al Masih wafat dengan cara disalibkan. Bahwa Isa Al Masih tidak disalibkan oleh orang Yahudi ada tertulis dalam Injil dan dalam Al Qur'an. Dalam hal ini, keduanya tidak bertentangan. Injil mengisahkan bahwa Isa Al Masih disalibkan oleh pasukan Romawi.
  1. Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Isa Al Masih ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Isa Al Masih.
  2. Mereka menanggalkan pakaian yang dikenakan oleh Isa Al Masih dan mengenakan jubah ungu kepada Isa Al Masih.
  3. Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala Isa Al Masih, lalu memberikan sebatang buluh ke tangan kanan Isa Al Masih. Kemudian mereka berlutut di hadapan Isa Al Masih dan mengolok-olokkannya, katanya: "Salam, hai Raja orang Yahudi!"
  4. Mereka meludahi Isa Al Masih, kemudian mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala Isa Al Masih.
  5. Sesudah mengolok-olokkan Isa, mereka menanggalkan jubah itu dari Isa Al Masih dan mengenakan kembali pakaian-Nya kepada Isa Al Masih. Kemudian mereka membawa Isa Al Masih ke luar untuk disalibkan.
  6. Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Isa.
  7. Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak.
  8. Lalu mereka memberi Isa minum anggur bercampur sesuatu yang pahit. Setelah Isa mengecapnya dengan lidah, Isa tidak mau meminumnya.
  9. Sesudah menyalibkan Isa Al Masih, mereka (para serdadu wali negeri/ tentara Rumawi) membagi-bagi pakaian Isa Al Masih dengan membuang undi.
  10. Lalu mereka duduk di situ menjaga Isa.
  11. Dan di atas kepala Isa Al Masih terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Isa dihukum mati: "Inilah Isa Al Masih Raja orang Yahudi." (Matius 27:27-37)
Selain artefak arkeologis salib Ummul Jimal, juga telah ditemukan artefak salib Efesus, Turki, yang juga berasal dari jaman sebelum konsili Nicea.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa keberadaan artefak arkeologis berupa salib yang berasal dari sekitar abad 2 M sampai 3 M tersebut membuktikan bahwa simbol salib telah digunakan oleh umat Al Masih dari masa sekitar abad 2 Masehi sampai 3 Masehi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar